Iran Siap Berdialog, Namun Tidak Akan Menerima Perundungan atau Paksaan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian bertemu Sekjen PBB Antonio Gutteres di sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Jumat (25/9/2026)

Tajuk.co New York – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan, Teheran siap menjalin dialog untuk menyelesaikan perselisihan, namun tidak akan menerima perundungan (bullying) atau penggunaan kekerasan. Ia menegaskan kembali, Iran tidak pernah berusaha mengembangkan senjata nuklir dan tetap berkomitmen pada penggunaan teknologi nuklir secara damai.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di New York, Jumat (25/9/2026) untuk membahas perkembangan kawasan, program nuklir Iran, serta upaya-upaya diplomatik.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menekankan pentingnya diplomasi, dialog, dan solusi politik untuk menyelesaikan perselisihan, serta menyerukan terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Presiden Iran menegaskan, Teheran tetap berkomitmen pada diplomasi dan tidak pernah meninggalkan meja perundingan. Namun, ia menyebutkan tindakan berulang dari AS telah merusak kepercayaan Iran terhadap Washington secara serius.

Ia menolak tuduhan, Iran mengincar senjata nuklir dan menegaskan tujuan Iran adalah untuk mengejar pengetahuan dan teknologi nuklir demi tujuan damai.

Pezeshkian mengkritik tindakan AS dan Israel terhadap Iran, dengan menggambarkannya sebagai tindakan yang bertentangan dengan Piagam PBB dan hukum internasional. Iran menginginkan perdamaian dan keamanan di kawasan serta tidak akan menerima tekanan yang bertujuan memaksanya tunduk.

Ia juga menekankan penolakan Iran terhadap konflik dengan negara-negara tetangga dengan menyoroti hubungan sejarah dan budaya yang terjalin. Pezeshkian menyerukan agar keamanan kawasan dibangun oleh negara-negara di kawasan itu sendiri tanpa campur tangan kekuatan luar kawasan, seraya menambahkan, banyak perselisihan dapat diselesaikan melalui kerja sama.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyambut baik upaya-upaya diplomatik tersebut dan berharap dapat membuahkan hasil secepatnya. Ia menyampaikan, usulan terbaru Iran dapat berkontribusi dalam menyelesaikan situasi saat ini dan menggambarkan pesan Iran sebagai pesan perdamaian dan moderasi.

Sekjen PBB mengungkapkan rencananya untuk mengunjungi kawasan tersebut pada minggu berikutnya dan akan mendesak negara-negara terkait untuk mendukung diplomasi serta memainkan peran yang konstruktif. Ia menekankan perlunya melanjutkan upaya politik dan diplomatik terkait situasi sulit di kawasan, termasuk di Lebanon dan Yaman.

Guterres turut menyoroti pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi dunia internasional, mengaitkan keamanannya dengan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi global. Ia juga menyatakan bahwa berdasarkan penilaian yang ada, ia percaya Iran tidak sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *