Tajuk.co, YOGYAKARTA — Pengurus Cabang Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Yogyakarta periode 2026–2029 resmi dilantik pada Minggu (27/9/2026) di Hotel Grand Rohan Yogyakarta.
Pelantikan ini menjadi momentum serah terima kepengurusan sekaligus dimulainya kepengurusan baru PABI Yogyakarta di bawah kepemimpinan dr. Budi Cahyono Putro, Sp.B-ET., Finacs. Pelantikan juga dihadiri Pengurus Pusat PABI dan Ketua IDI Wilayah DIY.
dr. Budi Cahyono Putro, Sp.B-ET., Finacs mengatakan kepengurusan baru membawa tanggung jawab untuk melanjutkan dan mengembangkan peran PABI dalam mendukung profesionalisme dokter spesialis bedah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kepengurusan baru ini merupakan amanah yang harus kami jalankan bersama. Kami ingin PABI Yogyakarta menjadi wadah yang semakin kuat dalam meningkatkan kompetensi anggota, membangun kolaborasi, serta memberikan kontribusi terhadap pelayanan kesehatan, khususnya di bidang bedah,” ujar Budi.

Menurutnya, keberlanjutan program organisasi menjadi salah satu hal penting dalam pergantian kepengurusan. Karena itu, kepengurusan periode 2026–2029 akan melanjutkan berbagai agenda organisasi sekaligus menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan perkembangan pelayanan bedah.
Budi juga menekankan pentingnya penguatan kegiatan ilmiah dan pengembangan kompetensi anggota. Hal tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan pelantikan yang turut diisi dengan Malam Klinik “Wound Care dan Bedah Korektif” yang menghadirkan dr. Mohamad Feri Yulianto, Sp.B-ET., Finacs sebagai pemateri.
“Pengembangan keilmuan harus menjadi bagian penting dari organisasi profesi. Karena itu, kegiatan ilmiah dan peningkatan kompetensi akan menjadi bagian yang terus kami dorong dalam kepengurusan ke depan,” kata dr. Budi.
Ketua Umum PP PABI dr. Heri Setyanto, Sp. B, FINACS menambahkan ada 4.000 anggota PABI yang siap berkhidmat mendarmakan ilmunya bagi masyarakat. Ia menyebut dokter spesialis bedah sudah memiliki kompetensi emergensi dan kegawatdaruratan untuk penanganan bencana di Indonesia.
“Penanganan bencana membutuhkan waktu yang tepat dan cepat dalam penyelamatan nyawa atau live saver, tindakan ini salah satunya bisa dilakukan oleh dokter spesialis bedah jika harus ada tindakan segera,” ungkap dr Heri.
dr Heri menyebutkan, Yogyakarta juga akan menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PABI 2027. Menurut dr. Heri, penyelenggaraan PIT PABI 2027 menjadi salah satu agenda penting yang akan menjadi perhatian kepengurusan PABI Yogyakarta periode 2026–2029.
“Menjadi tuan rumah PIT PABI 2027 tentu merupakan sebuah amanah sekaligus kesempatan bagi PABI Yogyakarta untuk berkontribusi lebih besar dalam pengembangan keilmuan bedah. Kami akan mempersiapkannya bersama-sama, termasuk membangun kolaborasi dengan Pengurus Pusat PABI dan berbagai pihak terkait,” ujar dr Heri.
Ia berharap PIT PABI 2027 nantinya tidak hanya menjadi forum pertemuan para ahli bedah, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperbarui pengetahuan dan perkembangan teknologi di bidang bedah, serta memperkuat jejaring dan kolaborasi antaranggota PABI dari berbagai daerah.
“Harapannya, PIT PABI 2027 di Yogyakarta dapat menjadi forum ilmiah yang memberikan manfaat bagi anggota PABI dan turut mendorong peningkatan kualitas pelayanan bedah kepada masyarakat,” tambahnya.












