Atlet Jateng Raih Emas Panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Nurisa Dian Ashrifah catat sejarah raih emas panahan pertama Indonesia di ajang Asian Games. Foto: dok. tim panahan Indonesia

Tajuk.co SEMARANG — Medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Jepang yang diraih atlet panahan asal Jawa Tengah, Nurisa Dian Ashrifah, menjadi buah dari proses pembinaan berjenjang yang dijalaninya sejak kompetisi tingkat nasional.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto mengatakan, capaian Nurisa menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi insan olahraga di Jawa Tengah.

“Prestasi yang patut kita syukuri dan tentunya menjadi kebanggaan, sekaligus penyemangat bagi masyarakat maupun insan olahraga di Jawa Tengah,” kata Aria, melalui pesan pendek, Kamis (1/10/2026) malam.

Menurut dia, prestasi Nurisa menunjukkan pentingnya pembinaan atlet melalui kompetisi, yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Nurisa sebelumnya meraih medali perak untuk Jawa Tengah pada PON XXI 2024. Setahun berselang, dia mempersembahkan emas pada POMNAS XIX 2025.

Prestasi tersebut berlanjut ketika Nurisa memperkuat Indonesia pada SEA Games ke-33 2025, dan kembali meraih medali emas.

Puncaknya, atlet kelahiran Semarang, 30 November 2005, itu merebut emas nomor compound individu putri, pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Prestasi yang diperoleh Nurisa merupakan bagian dari pembinaan melalui kompetisi yang berjenjang,” ujar Aria.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Nurisa sebagai atlet Indonesia pertama, yang mempersembahkan medali emas dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan Indonesia di Asian Games.

Aria mengatakan pembinaan atlet juga didukung dengan sejumlah program, termasuk pemberian insentif melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda) KONI Jateng bagi atlet prioritas.

Selain itu, Nurisa mendapat kemudahan dalam menempuh pendidikan di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, serta tali asih sebagai bentuk apresiasi atas medali yang diraihnya.

Nurisa saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program Sarjana Manajemen Udinus Semarang. Aria menilai perpaduan pembinaan olahraga dan pendidikan, penting untuk mendukung keberlanjutan karier atlet.

Keberhasilan Nurisa, kata dia, juga menjadi bahan evaluasi, sekaligus penyemangat bagi cabang olahraga lain di Jawa Tengah.

“Menjadi evaluasi dan penyemangat, tidak hanya bagi panahan, namun seluruh cabang olahraga bahwa Jawa Tengah mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Dispora Jateng selanjutnya akan berkolaborasi dengan KONI Jateng dan Pengprov Perpani Jateng, untuk melanjutkan pembinaan Nurisa.

Koordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI juga akan dilakukan untuk mendukung pengembangan karier atlet tersebut.

“Kita berharap dapat terus meningkatkan karier Nurisa hingga Olimpiade LA 2028 nanti,” pungkas Aria.

Hingga Kamis (01/10/2026) pukul 20.00 WIB, pantauan laman resmi Asian Games 2026, sementara raihan medali Indonesia total 34. Rinciannya emas 5, perak 8, dan perunggu 21. Indonesia berada di peringkat 13.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *