Tajuk.co JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah dan Fadli Tri Hartono sebagai wakilnya di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (02/10/2026). Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Syahganda menggantikan posisi M. Qodari yang pada hari yang sama dilantik menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).
Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, yang dipandu langsung Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen para pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.
Dalam kesempatan itu Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya komunikasi pemerintah sebagai alat untuk memperkuat persatuan nasional.
Syahganda menyampaikan, arahan tersebut akan menjadi salah satu fokus Bakom dalam menjalankan tugasnya ke depan. Menurutnya, komunikasi pemerintah tidak hanya berperan dalam menyampaikan program, tetapi juga menjelaskan pemikiran dan arah kebijakan Presiden Prabowo kepada masyarakat.
“Kalau arahan Presiden yang disampaikan beliau itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional,” ujar Syahganda usai dilantik Presiden Prabowo.
Dalam menjalankan tugasnya, Syahganda mengatakan Bakom akan meneruskan program komunikasi yang telah berjalan sekaligus memperkuat strategi komunikasi dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan algoritma digital. Bakom juga akan mempelajari bagaimana perkembangan teknologi tersebut dapat memengaruhi penyampaian pesan antara pemerintah dan masyarakat.
“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok, tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran presiden dengan masyarakat. Jadi selain dibantu oleh teman-teman media, kita juga memikirkan itu ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Syahganda menambahkan, penguatan komunikasi pemerintah juga akan dilakukan melalui dialog yang lebih intensif dengan media dan wartawan. Dialog tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat sekaligus membawa aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
“Kita harus banyak ketemu teman-teman media, teman-teman wartawan, bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah. Jadi ada dialog yang intensif nantinya,” kata Syahganda.
Lebih lanjut, Syahganda juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang selama ini turut membantu mengomunikasikan pemikiran Presiden dan berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Syahganda menilai komunikasi mengenai pemikiran Presiden menjadi hal penting agar masyarakat dapat memahami arah penyelenggaraan pemerintahan.
“Program oke, kemudian orang melihatnya. Tapi pikiran, nah, itu pikiran-pikiran beliau, itu pikiran-pikiran konstitusional dan itu penting sampai rakyat tahu semua,” pungkasnya.












