Tajuk.co, JAKARTA — Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kramat Pulo Gang 16 dan Gang 2, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026) malam, menjadi perhatian Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin. Ia mendorong penguatan upaya pencegahan kebakaran sekaligus percepatan bantuan bagi warga terdampak.
Suhud menyampaikan keprihatinan atas musibah yang mengakibatkan sekitar 50 rumah atau bangunan warga terdampak. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, peristiwa tersebut membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal.
“Atas nama DPRD DKI, saya menyampaikan empati mendalam untuk warga Kramat yang terdampak. Ini menjadi duka kita bersama,” ujar Suhud, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan laporan Polres Metro Jakarta Pusat, kebakaran terjadi sekitar pukul 18.54 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 21.25 WIB. Proses pemadaman melibatkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan hampir 100 personel. Kondisi permukiman yang padat serta akses gang yang sempit menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.
Suhud menilai rangkaian kebakaran yang terjadi di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir perlu direspons dengan langkah pencegahan yang lebih terencana. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi, tetapi juga harus menyasar faktor risiko di lingkungan permukiman.
Ia menyoroti data yang menunjukkan sekitar 53 persen kejadian kebakaran berkaitan dengan masalah kelistrikan. Kondisi tersebut, menurut Suhud, menjadi alasan perlunya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama di permukiman padat, rumah kontrakan, dan kawasan pasar.
Suhud meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, PLN, Dinas Perumahan, serta jajaran kecamatan dan kelurahan berkoordinasi mendata instalasi listrik yang tidak memenuhi standar. Pengawasan juga perlu mencakup penggunaan kompor dan stopkontak yang berpotensi memicu kebakaran.
“Semua pihak harus mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik,” katanya.
Selain pengawasan instalasi, Suhud mendorong penambahan fasilitas perlindungan kebakaran di lingkungan warga. Fasilitas tersebut meliputi hidran lingkungan dan alat pemadam api ringan (APAR) komunal di setiap rukun warga (RW) yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi akses jalan di kawasan permukiman padat. Gang yang sempit dapat menghambat mobil pemadam kebakaran menjangkau titik api, sehingga perlu dipertimbangkan penyediaan jalur yang memungkinkan kendaraan pemadam berukuran kecil atau pompa pemadam portabel beroperasi dengan cepat.
Menurut Suhud, ketersediaan alat pemadam yang mudah dijangkau masyarakat perlu menjadi bagian dari sistem perlindungan kebakaran di tingkat lingkungan. Dengan demikian, penanganan awal dapat dilakukan sebelum api meluas.
Di sisi penanganan pascakebakaran, Suhud meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial, BPBD, serta Baznas Bazis segera memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
Bantuan yang perlu disiapkan mencakup tempat pengungsian yang layak, dapur umum, layanan kesehatan, makanan, dan selimut. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan pendidikan bagi anak-anak yang terdampak, termasuk penyediaan fasilitas belajar sementara apabila diperlukan.
Suhud turut mendorong percepatan pendataan kerugian agar warga dapat segera memperoleh bantuan perbaikan rumah melalui program bedah rumah atau bantuan stimulan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menilai kecepatan pendataan dan penyaluran bantuan menjadi faktor penting agar keluarga terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Suhud, yang juga menjabat Ketua DPW PKS DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 1.216 kejadian kebakaran di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 358 kasus terjadi di kawasan permukiman.
Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya peningkatan edukasi keselamatan dan pemeriksaan rutin terhadap potensi sumber kebakaran. Risiko juga perlu diantisipasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca selama musim kemarau.
“Jangan tunggu kejadian, edukasi dan pemeriksaan rutin harus dilakukan. Keselamatan warga adalah tanggung jawab kita, ini bukan sekadar aturan, tapi menyangkut nyawa,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Suhud mengapresiasi petugas pemadam kebakaran, BPBD, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Senen, Satpol PP, serta jajaran kelurahan dan kecamatan yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Ia menilai respons cepat para petugas sangat berarti, terutama ketika menghadapi kendala gang sempit dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kejadian.












