BYD Atto 1 Gen 2 Bikin Penasaran, Kapan Meluncur di Indonesia?

Tajuk.co, JAKARTA — Kehadiran BYD Atto 1 generasi kedua mulai menarik perhatian setelah pemesanan awal model terbaru yang dikenal sebagai Seagull dibuka di China. Namun, konsumen Indonesia tampaknya masih harus menunggu karena BYD belum memiliki rencana untuk memasarkan mobil listrik tersebut di Tanah Air.

Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Atto 1 generasi terbaru saat ini masih disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar China.

“BYD Atto 1 terbaru sampai saat ini masih spesifik dipersiapkan untuk pasar China. Belum ada informasi untuk dibawa ke pasar di luar sana,” kata Luther di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Di China, calon pembeli sudah bisa melakukan pemesanan awal Seagull generasi kedua melalui aplikasi BYD. Uang tanda jadi yang ditetapkan sebesar 2.000 yuan atau sekitar Rp5,4 juta.

Meski harga resminya belum diumumkan, laporan CarNewsChina pada Jumat (9/10/2026) memperkirakan mobil listrik tersebut akan dipasarkan dengan harga di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp267,9 juta.

Sebagai gambaran, Seagull generasi pertama saat ini dijual dengan harga 69.900 hingga 85.900 yuan, setara sekitar Rp187,3 juta sampai Rp230,1 juta.

Luther menjelaskan, strategi pengembangan produk BYD mempertimbangkan kebutuhan masing-masing negara. Model yang dipasarkan lebih dahulu di China belum tentu langsung tersedia di pasar internasional karena setiap wilayah memiliki karakteristik permintaan berbeda.

“Ini lumrah dalam strategi produk di beberapa merek juga bahwa ada mungkin area atau negara yang memiliki tipe-tipe yang menjawab keinginan atau permintaan pasarnya lebih awal,” ujarnya.

Dimensi Lebih Besar dan Beralih ke Penggerak Roda Belakang

BYD Seagull generasi kedua membawa sejumlah perubahan dibandingkan pendahulunya. Ukuran bodinya bertambah panjang 425 milimeter, dengan panjang keseluruhan 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.

Perubahan juga terlihat pada sistem penggeraknya. Motor listrik berdaya 95 kW atau sekitar 127 tenaga kuda kini ditempatkan di bagian belakang, sehingga mobil ini menggunakan penggerak roda belakang, berbeda dari generasi sebelumnya yang memakai penggerak roda depan.

Konfigurasi baru tersebut memungkinkan tersedianya ruang bagasi depan berkapasitas 94 liter. Sementara itu, kapasitas bagasi belakang dapat mencapai 1.380 liter ketika kursi belakang dilipat.

Sistem suspensi belakang juga mengalami peningkatan. Suspensi torsion beam pada model sebelumnya digantikan dengan suspensi independen multi-link.

Untuk baterai, Seagull generasi kedua diperkirakan hadir dengan dua pilihan kapasitas, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh. Jarak tempuhnya diklaim berada pada kisaran 320–420 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC, atau sekitar 262–344 kilometer menurut standar WLTP.

Mobil ini juga diperkirakan mendukung teknologi pengisian daya cepat yang memungkinkan baterai terisi dari 10 persen hingga 97 persen dalam sembilan menit. Selain itu, varian tertinggi disebut berpotensi menggunakan Blade Battery generasi kedua. Namun, spesifikasi pengisian daya tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari BYD.

BYD Masih Andalkan Atto 1 yang Beredar di Indonesia

Meski versi terbarunya menawarkan sejumlah pembaruan, BYD Motor Indonesia menegaskan belum ada perubahan strategi untuk pasar domestik.

Perusahaan masih berfokus pada Atto 1 generasi yang saat ini sudah dipasarkan di Indonesia. Menurut Luther, respons konsumen terhadap model tersebut juga tergolong baik.

“Sampai saat ini Indonesia masih fokus di tipe Atto 1 yang saat ini, dan permintaannya juga bagus,” tutur Luther.

Dengan belum adanya rencana pemasaran Atto 1 Gen 2 di Indonesia, konsumen yang menantikan model terbaru tersebut perlu menunggu pengumuman lebih lanjut dari BYD. Untuk saat ini, belum ada kepastian mengenai jadwal peluncuran maupun harga generasi keduanya di pasar Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *