Tajuk.co, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka. Indonesia juga mendesak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghentikan serangan dan mengutamakan jalur diplomasi.
Kecaman tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui pernyataan di media sosial X pada Senin (12/10/2026). Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan atas meningkatnya eskalasi konflik di Yaman, termasuk serangan lintas batas yang menyasar fasilitas penerbangan sipil di Arab Saudi.
Kemlu RI menilai serangan terhadap bandara tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu aktivitas penerbangan sipil dan membahayakan keselamatan penumpang maupun masyarakat.
“Serangan tersebut telah mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, mengganggu operasional penerbangan sipil, serta berisiko serius terhadap keselamatan penerbangan. Indonesia juga sangat prihatin atas meningkatnya korban warga sipil dan memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta berharap para korban luka dapat segera pulih.
Indonesia menegaskan bahwa warga sipil dan fasilitas sipil harus mendapatkan perlindungan dalam situasi konflik bersenjata. Serangan yang mengancam keselamatan masyarakat dinilai tidak boleh diabaikan.
“Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata,” lanjut pernyataan tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Kemlu RI meminta seluruh pihak yang terlibat agar menghentikan serangan maupun aksi balasan. Indonesia juga menekankan pentingnya mematuhi ketentuan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.
“Indonesia kembali mendesak seluruh pihak terkait untuk menghentikan serangan dan aksi balasan, menahan diri secara maksimal, serta memastikan seluruh tindakan sejalan dengan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Selain itu, Indonesia menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara di kawasan harus dihormati. Penyelesaian konflik, menurut pemerintah, perlu ditempuh melalui dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi yang lebih luas.
“Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai,” tutup pernyataan Kemlu RI.
Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban
Serangan yang menjadi perhatian Indonesia tersebut dilaporkan terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu (10/10/2026). Kelompok milisi Houthi dari Yaman disebut berada di balik serangan tersebut.
Laporan yang beredar menyebutkan 13 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka. Jemaah umrah juga dikabarkan termasuk di antara korban terdampak.
Meski demikian, Kemlu RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia ataupun mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Serangan itu disebut sebagai salah satu insiden paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Peristiwa tersebut sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan kelangsungan penerbangan di tengah konflik regional.
Indonesia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan, sehingga perlindungan warga sipil serta stabilitas kawasan dapat tetap terjaga.












