Tajuk.co LISABON — Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) menjatuhkan skorsing sementara kepada Cristiano Ronaldo atas sikapnya meninggalkan kamp internasional negaranya bulan lalu.
Kapten Timnas Portuga berusia 41 tahun tersebut meninggalkan skuad Nations League Portugal pada bulan September setelah tidak dimainkan saat melawan Norwegia dan mengetahui, ia tidak akan menjadi starter saat melawan Denmark.
Dalam pernyataan panjangnya, penyerang Al-Nassr itu kemudian menjelaskan, ia pergi karena pelatih Portugal, Jorge Jesus, dua kali “mengingkari janjinya”, dan menuding pelatih tersebut melakukan “pelanggaran kepercayaan yang mutlak”.
Dalam pernyataannya, FPF menyebutkan, skorsing sementara telah dikeluarkan pada 9 Oktober dan kasus tersebut telah ditandai sebagai kasus yang “mendesak”.
Aturan FPF menyatakan, setiap pemain yang gagal hadir atau meninggalkan tugas internasional menghadapi ancaman larangan bermain selama satu hingga enam bulan, serta denda.
Pedro Proenca, presiden FPF, mengatakan kepada media Portugal, Record, “Ini adalah saat untuk tenang dan berkepala dingin. Kita semua duduk bersama di meja.”
“Ada keinginan kuat untuk membawa kapten kita kembali bersama kita. Proses disipliner yang normal akan berjalan.”
Ronaldo menerima tanggung jawab atas tindakannya, meminta maaf kepada rekan setim dan para suporter, serta menambahkan bahwa ia pantas dihukum.
Pemenang lima kali Ballon d’Or ini juga mengonfirmasi. ia tidak akan pensiun dari sepak bola internasional karena ia terus berambisi mengejar pencapaian 1000 gol sepanjang kariernya.
Ronaldo telah mencetak 146 gol dari 234 penampilan bersama Portugal—keduanya merupakan rekor dunia sepak bola pria—serta membantu mereka menjuarai Euro 2016 dan Nations League sebanyak dua kali.
Ia sempat mempertimbangkan untuk pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia pada musim panas lalu, namun memilih untuk terus bermain.
Ronaldo kembali beraksi pekan lalu dengan mencetak gol ke-980 dalam kariernya saat Al-Nassr menang 3-0 atas Diriyah Club.
Konflik ini telah berlangsung cukup lama, di mana banyak suporter mengkritik bekas pelatih Portugal, Roberto Martinez, yang kerap bersikeras memainkan Ronaldo sebagai starter di Piala Dunia musim panas lalu.
Puncaknya terjadi pada 4 Oktober ketika Ronaldo hanya menjadi cadangan saat melawan Norwegia, yang berujung pada keputusannya meninggalkan kamp latihan. Ia kemudian memuat pernyataan hampir 2.000 kata di Instagram yang mengecam Jorge Jesus, sekaligus meminta maaf kepada fans dan menegaskan ia belum memainkan laga terakhirnya untuk Portugal.
“Kita akan memiliki satu atau lebih pertandingan perpisahan, akan ada waktunya untuk itu,” tulis pernyataan tersebut.
Pelatih Jorge Jesus sebelumnya menyatakan, pintu tetap terbuka bagi Ronaldo untuk kembali jika ia menginginkannya, namun belum memberikan komentar terkait pernyataan terbaru pemain tersebut.
Sementara itu, jurnalis sepak bola Portugal Jose Manuel Delgado, kepada BBC Radio 5 Live, berkomentar: “Saya rasa tidak ada jalan kembali. Dalam pernyataannya, Ronaldo mengatakan ia akan kembali ke tim nasional tetapi di saat yang sama ia menyebut Jesus pembohong sebanyak tiga kali.”
“Dalam jajak pendapat di Portugal, hanya 15 persen warga Portugal yang berada di pihak Ronaldo… Masalahnya adalah Ronaldo tidak memahaminya, ia ingin terus bermain seolah-olah usianya 24 tahun, bukan 41 tahun.”
“Apa yang Ronaldo lakukan untuk sepak bola Portugal sangat unik dan luar biasa… Namun di usia 41 tahun, ia tidak memiliki tempat di starting XI terbaik Portugal.”












