Chelsea Pinjamkan Garnacho ke Aston Villa

Alejandro Garnacho saat membela Manchester United. Foto: fifa

Tajuk.co LONDON – Aston Villa mencapai kata sepakat dengan Chelsea terkait peminjman winger asal Argentina, Alejandro Garnacho hingga akhir musim 2026-27 dengan kewajiban untuk membeli.

Laman BBC Sport menulis, pemain berusia 22 tahun tersebut telah menyelesaikan tes medis di Birmingham dan menyetujui kesepakatan awal untuk kontrak berdurasi empat tahun di Villa Park jika status pinjamannya dipermanenkan.

Ketentuan mengenai klausul kewajiban membeli belum diungkapkan oleh kedua klub, namun diperkirakan akan aktif jika kondisi tertentu terpenuhi, seperti jumlah penampilan pemain internasional Argentina tersebut pada musim depan.

Chelsea yakin persyaratan tersebut sangat mudah dicapai dan mereka akan mendapatkan nilai transfer asli mereka sebesar £43 juta atau sekitar Rp 946 miliar (kurs Rp 22.000/poundsterling).

Kepergian Garnacho dari Stamford Bridge menyusul transfer Morgan Rogers oleh Chelsea dengan rekor nilai transfer £117 juta  atau sekitar Rp 2,5 tiliun dari Villa.

Winger ini menjadi rekrutan keempat Villa, setelah kedatangan Johan Manzambi, Joao Gomes, dan Modou Keba Cisse.

Sementara itu, total penjualan pemain Villa musim panas ini hampir mencapai £200 juta atau Rp 4,4 triliun, dengan kepindahan Youri Tielemans, Donyell Malen, Enzo Barrenechea, dan Lewis Dobbin.

The Blues sangat ingin melepas Garnacho meskipun baru merekrutnya September lalu dalam kesepakatan senilai £40 juta dengan Manchester United, yang berhak mendapatkan 10% dari biaya transfer akhirnya nanti.

Selama di Stamford Bridge, Garnacho baru mencetak satu gol di Premier League, Dan kedatangan Rogers serta winger Sporting, Geovany Quenda, makin meningkatkan kebutuhan klub untuk merampingkan skuad.

Di semua kompetisi, Garnacho mencatatkan torehan yang lebih baik dengan mencetak delapan gol dan memberikan empat assist dalam 43 penampilan musim lalu.

Namun, selain dua gol melawan Arsenal di Carabao Cup, gol-gol lainnya dicetak saat melawan tim-tim yang lebih lemah, termasuk Qarabag, Wrexham, Port Vale, dan Cardiff City.

Tampak jelas pula Garnacho mulai kehilangan dukungan dari sebagian suporter karena dinilai kurang dalam hal etos kerja.

Ada juga momen-momen saat ia dikritik karena gagal mengawal pergerakan pemain lawan, termasuk saat kekalahan kandang dari West Ham di mana ia diganti pada babak pertama setelah terlibat dalam proses terciptanya dua gol lawan.

Dalam wawancara di akhir musim dengan Premier League Productions, mantan winger Manchester United itu mengakui bahwa ia telah melakukan beberapa “hal buruk” di Old Trafford karena kurang mendapatkan menit bermain.

Pihak lain yang paham dengan dinamika ruang ganti Chelsea mengatakan Garnacho kesulitan untuk berintegrasi sepenuhnya ke dalam tim dan sering terlihat menyendiri.

Meskipun demikian, tidak ada kontroversi besar terkait kepergiannya dari Stamford Bridge. The Blues hanya memandangnya sebagai pemain yang siap mereka lepas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas skuad.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *