Kepala BGN Baru Janji Akan Transparan

Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (22/7/2021) di Istana Negara, Jakarta. Foto: setneg

Tajuk.co JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan, salah satu fokus utama yang akan segera dilakukan adalah membenahi tata kelola BGN agar semakin transparan, akuntabel, dan berbasis sistem.

Menurut dia, sejumlah persoalan yang terjadi sebelumnya menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pengawasan serta memastikan seluruh proses berjalan secara terbuka.

“Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin barangkali kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada record-nya,” tutur Sudaryono usai pelantikannya sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subiantodi Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/07/2026).

Lebih lanjut Sudaryono menyampaikan, pengelolaan anggaran MBG harus sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap rupiah yang digunakan, menurutnya, harus benar-benar mendukung tujuan utama program, yakni menyediakan asupan gizi yang sesuai bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia.

“Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang-benderang. Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” tegasnya.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Sudaryono menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Kepala BGN menjelaskan, kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut akan mendorong penyerapan hasil produksi petani, peternak, dan nelayan sehingga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian daerah.

Untuk menjaga integritas pelaksanaan program, kata Sudaryono, seluruh proses pengambilan keputusan dan penyelesaian persoalan di lingkungan BGN harus dilakukan melalui mekanisme yang resmi, terbuka, dan transparan, tanpa mengedepankan hubungan personal maupun pendekatan informal.

“Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow-up, dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem. Jadi kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private-private room di restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang, dan transparan, dan dilihat orang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *