Tajuk.co, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri tersebut telah diterima Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa surat pengunduran diri Perry diterima secara resmi oleh Presiden pada Minggu (26/7). Presiden pun menerima keputusan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry selama memimpin bank sentral.
“Presiden menerima pengunduran diri Bapak Perry Warjiyo dan menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian beliau selama tujuh tahun,” ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Bank Indonesia, Senin (27/7).
Perry Warjiyo pertama kali dipercaya memimpin Bank Indonesia pada periode 2018-2023. Ia kemudian kembali memperoleh mandat untuk menjabat sebagai Gubernur BI pada periode 2023-2028.
Lahir di Sukoharjo pada 1959, Perry menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1982. Ia kemudian melanjutkan studi di Iowa State University, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Master pada 1989 dan gelar doktor (Ph.D.) pada 1991.
Karier Perry di Bank Indonesia telah berlangsung selama puluhan tahun. Sebelum menjadi gubernur, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur BI pada periode 2013-2018.
Sebelumnya, pada 2009-2013, Perry juga mengemban tugas sebagai Asisten Gubernur yang membidangi kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional, sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum mengumumkan sosok yang akan ditunjuk sebagai pengganti Perry Warjiyo untuk memimpin Bank Indonesia hingga akhir masa jabatan periode 2023-2028.












