Inggris Berusaha Cegah Rencana Larangan Ekspor Diesel Trump

Menteri Keuangan Inggris, John Healey. Foto: EPA

Tajuk.co LONDON —Menteri Keuangan Inggris John Healey mengungkapkan, pihaknya tengah  melakukan pembicaraan dengan pihak berwenang AS terkait potensi penghentian ekspor diesel. Inggris juga mulai bersiap menghadapi kemungkinan larangan tersebut.

Harga diesel di Inggris mencapai rekor tertinggi baru pada hari Senin akibat tekanan pasokan yang dipicu oleh konflik US-Israel dengan Iran serta perang Rusia di Ukraina.

Harga bahan bakar naik secara global dan Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan melarang ekspor diesel, dengan menyatakan pada akhir pekan: “Kami sedang mempertimbangkannya dengan sangat serius,” kata Healey kepada BBC News.

Healey, yang mengakui harga diesel di Inggris sudah berada pada tingkat “ekstrem”, mengatakan,  pemerintah sedang berdiskusi dengan AS, seraya menambahkan: “Kami juga membuat persiapan untuk mengantisipasi jika hal itu terjadi, dan kami memiliki cadangan stok sendiri di Inggris.”

Berbicara di sela-sela Konferensi Tahunan Partai Buruh di Liverpool, Healey mengatakan: “Kami bekerja sangat erat dengan pihak AS.”

“Pada akhirnya, kami juga bekerja sama dengan Amerika untuk mencoba mencari solusi yang setidaknya dapat secara signifikan meredakan masalah ini, yaitu penyelesaian diplomatik [dan] penghentian pertempuran dengan Iran.”

Inggris bergantung pada AS untuk sekitar sepertiga dari impor dieselnya, sehingga larangan ekspor akan mendorong harga naik lebih tinggi lagi.

Sumber-sumber di AS mengindikasikan, Trump mempertimbangkan larangan ini sebagai upaya menurunkan harga bagi konsumen domestik menjelang pemilihan umum sela (midterm elections).

Di Inggris, harga rata-rata satu liter diesel mencapai 199,33 pound atau Rp47.480 per liter pada hari Senin menurut organisasi otomotif RAC, melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 199,09p pada Juni 2022 setelah Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina.

Harga bensin juga terus meningkat, dengan satu liter saat ini berharga 174,23 pound atau Rp41.500 per liter.

Selama tujuh bulan terakhir, perang Iran telah mengganggu produksi dan transportasi minyak grosir di seluruh wilayah tersebut secara serius, menyebabkan melonjaknya harga bahan bakar olahan minyak.

RAC menyatakan, harga diesel telah memasuki “wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan menjadi pengingat “betapa rentannya Inggris terhadap peristiwa yang terjadi jauh di luar negeri.”

Healey menyampaikan, ia “sangat menyadari” tekanan biaya hidup ini saat mempersiapkan anggaran (Budget) yang ia sebut sebagai “ruang bernapas” pada 28 Oktober.

Pembekuan bea bahan bakar (fuel duty), yang pertama kali diterapkan pemerintah Konservatif pada tahun 2022, dijadwalkan berakhir pada akhir tahun. Bea tersebut dijadwalkan naik sebesar 3 pound pada bulan Januari dan bertambah 2 pound lagi pada bulan Maret.

Healey menambahkan: “Pada dasarnya, apa yang kita butuhkan adalah penyelesaian di Timur Tengah. Kita membutuhkan peredaan tekanan biaya pada bisnis, biaya pada rumah tangga, dan pada keluarga biasa yang kita lihat di SPBU pada tingkat yang paling ekstrem untuk diesel saat ini.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *