Tajuk.co, TABANAN — Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman KD, pria yang tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa usai dituduh mencuri ayam aduan milik warga di Kabupaten Tabanan, Bali. Momen haru tersebut terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.
Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengungkapkan bahwa almarhum meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.
“Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA, yang paling besar sudah menikah,” kata Sutama, Minggu (26/7).
Sutama mengaku turut merasakan kesedihan saat mendampingi proses penjemputan jenazah. Menurutnya, suasana menjadi sangat emosional ketika melihat kesedihan yang dirasakan anak-anak korban.
Meski demikian, keluarga disebut memilih menerima kepergian KD sebagai sebuah musibah dan tidak berencana menempuh jalur hukum atas kasus pengeroyokan yang menewaskan anggota keluarganya.
“Kemarin pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Dalam hal ini mereka menganggapnya sebagai musibah,” ujarnya.
Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Jumat (24/7) sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Korban diduga dipergoki warga saat hendak mencuri seekor ayam aduan.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengatakan penyidik kini tidak hanya menangani dugaan pencurian ayam, tetapi juga mengusut aksi pengeroyokan yang berujung pada meninggalnya KD.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan terus mendalami kronologi kejadian untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat. Dalam perkembangan terbaru, Polres Tabanan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut.












