566 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Labfor Polri Turun Tangan

Tajuk.co, SURABAYA — Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri memeriksa sampel makanan dalam penyelidikan dugaan keracunan massal yang dialami ratusan santri dan pelajar di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara ilmiah penyebab munculnya dugaan keracunan setelah para korban mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9).

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Jules Abraham Abast membenarkan keterlibatan Tim Labfor Polri dalam penanganan kasus tersebut.

“Benar, berdasarkan informasi, telah ada Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo pada 1 September 2026,” kata Jules saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).

Menurut Jules, pemeriksaan laboratorium menjadi bagian dari upaya kepolisian memastikan penyebab kejadian berdasarkan hasil analisis ilmiah.

“Pemeriksaan Labfor tersebut merupakan bagian dari proses untuk mengetahui secara ilmiah penyebab kejadian tersebut,” ujarnya.

Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan sampel sebelum menyimpulkan penyebab keracunan. Penanganan kasus juga terus dilakukan oleh Polresta Sidoarjo.

“Terkait hasilnya, tentu kita menunggu proses pemeriksaan Labfor dan perkembangan penanganan lebih lanjut dari Polresta Sidoarjo,” kata Jules.

Kasus tersebut terjadi di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Para santri dan pelajar dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Jumlah korban yang tercatat mencapai 566 orang dari 19 lembaga pendidikan di wilayah Tanggulangin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Hasil pemeriksaan Labfor nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai sumber maupun penyebab dugaan keracunan massal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *