Gerindra Mendadak Tarik Diri dari Wacana Pemakzulan Bupati Masinton

Tajuk.co, TAPANULI TENGAH — Partai Gerindra menarik diri dari pernyataan bersama lima partai politik terkait wacana pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Gerindra menyebut sikap tersebut kini tidak lagi menjadi bagian dari posisi partai.

Sebelumnya, Gerindra bersama Partai Golkar, NasDem, PKB, dan PAN menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Masinton. Salah satu sorotan yang disampaikan berkaitan dengan rendahnya realisasi penyerapan APBD Tapanuli Tengah tahun anggaran 2026.

Ketua DPC Gerindra Tapanuli Tengah Hazmi Arif Simatupang sebelumnya menyebut realisasi APBD hingga Agustus 2026 baru berada di kisaran 30 persen. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan anggaran daerah.

Dalam pernyataan yang beredar sebelumnya, Hazmi bahkan menyebut kepemimpinan Masinton dinilai lalai dan lemah dalam menjalankan pemerintahan.

Namun, sikap tersebut kini berubah. Hazmi menyatakan DPC Gerindra Tapanuli Tengah secara resmi mencabut keterlibatannya dalam pernyataan bersama lima partai tersebut.

“Saya Hazmi Arif Simatupang Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tapanuli Tengah dengan ini menyatakan menarik pernyataan yang telah kami sampaikan di dalam sikap bersama 5 partai politik,” ujar Hazmi dalam video yang diterima detikcom.

Ia menegaskan, setelah pencabutan tersebut, DPC Gerindra Tapanuli Tengah tidak lagi terlibat dalam sikap bersama yang sebelumnya disampaikan.

Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara Ade Jona Prasetyo kemudian memberikan penjelasan mengenai perubahan sikap tersebut. Menurutnya, pernyataan DPC Gerindra Tapanuli Tengah sebelumnya disampaikan tanpa koordinasi dengan jajaran DPD maupun DPP Partai Gerindra.

Ade menegaskan Gerindra tetap mendukung stabilitas pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Gerindra mendukung stabilitas jalannya pemerintahan di Tapteng,” kata Ade.

Ia juga mengajak seluruh pihak mengesampingkan kepentingan politik dan memperkuat kerja sama untuk membantu proses pemulihan Tapanuli Tengah setelah bencana.

“Gerindra mengajak semua pihak bersatu dan saling mendukung untuk pemulihan pasca bencana di Kabupaten Tapteng,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu sebelumnya telah merespons munculnya wacana pemakzulan tersebut. Ia meminta seluruh pihak tidak larut dalam tarik-menarik kepentingan politik dan mengalihkan perhatian pada pemulihan daerah serta pembangunan.

Masinton mengajak elemen politik, lembaga pemerintahan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat Tapanuli Tengah untuk bersama-sama menghadapi persoalan yang sedang dihadapi daerah.

Ia menilai perbedaan pendapat, kritik, serta pengawasan merupakan bagian dari proses demokrasi. Masinton juga menyebut sejak awal pemerintahannya telah berupaya membangun komunikasi dan merangkul berbagai elemen di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *