Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

Airlangga Hartarto

Tajuk.co, JAKARTA — Aset keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dan kini mencapai Rp3.131 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut capaian tersebut menempatkan Indonesia dalam jajaran empat besar negara dengan perkembangan keuangan syariah terbesar.

Airlangga menyampaikan hal tersebut dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

Menurut Airlangga, Indonesia berada dalam kelompok negara dengan perkembangan sektor keuangan syariah yang besar bersama Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain.

“Aset keuangan syariah sudah mencapai Rp3.131 triliun dan berada di posisi empat besar bersama Malaysia, UAE, Arab Saudi, dan Bahrain,” kata Airlangga.

Selain perkembangan aset keuangan syariah, pemerintah juga mencatat kemajuan dalam industri halal. Hingga kini terdapat 4,4 juta sertifikat halal yang mencakup sekitar 3,47 juta pelaku usaha dan 14,68 juta produk.

Indonesia juga telah menjalin Mutual Recognition Agreement (MRA) terkait produk halal dengan 39 negara. Kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya memperluas penerimaan produk halal Indonesia di pasar internasional.

Namun, Airlangga mengakui masih terdapat tantangan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam proses pelaporan sertifikasi halal secara mandiri atau self-reporting.

“Sertifikasi halal pemerintah sudah memberikan secara gratis, namun kapasitas untuk memberikan secara self-reporting ini masih juga terkendala,” ujarnya.

Ia menilai penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola, serta berbagai program pendukung diperlukan untuk memperkuat keterhubungan UMKM dengan industri keuangan syariah.

Dari sektor perbankan, pembiayaan yang disalurkan perbankan syariah telah mencapai Rp643,5 triliun. Pertumbuhan perbankan syariah tercatat sebesar 9,92 persen.

Sementara itu, pembiayaan melalui KUR syariah telah menjangkau 88.613 debitur. Secara akumulatif, jumlah debitur yang telah menerima KUR syariah mencapai sekitar 1,61 juta debitur.

Di sektor industri halal lainnya, Indonesia juga mencatat prestasi dalam modest fashion. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report, Indonesia disebut menempati posisi pertama dunia untuk sektor tersebut.

Airlangga juga menyoroti besarnya potensi pasar konsumen muslim global. Belanja konsumen muslim dunia tercatat mencapai sekitar Rp2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp3,56 triliun pada 2029.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, baik melalui penguatan industri keuangan maupun peningkatan daya saing produk halal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *