15 Perjanjian Kerja Sama Strategis Antara Perangkat Daerah, BUMN, dan BUMD Jakarta Diteken

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyaksikan penandatanganan 15 dokumen kerja sama strategis antara BUMD, BUMN, dan perangkat daerah di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: BJ

Tajuk.co JAKARTA –  Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyaksikan penandatanganan 15 dokumen kerja sama strategis antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kerja sama tersebut mencakup sektor kesehatan, pembiayaan perumahan, pendidikan dan ketenagakerjaan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, serta transportasi publik.

“Hari ini ada 15 dokumen kerja sama antara BUMD dengan BUMD, BUMD dengan BUMN, BUMD dengan OPD yang ada di Jakarta,” ujar Pramono.

Gubernur kemudian menyoroti beberapa proyek krusial, di antaranya pengembangan lahan properti berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di sekitar jalur MRT dan Transjakarta dengan nilai sekitar Rp396 miliar, serta pembangunan pedestrian deck di Dukuh Atas senilai Rp220 miliar.

Selain itu, di sektor transportasi, terdapat program elektrifikasi armada bus Transjakarta selama tiga tahun ke depan sebesar Rp5,07 triliun.

“Karena memang diharapkan di tahun 2029 seluruh bus kita itu sudah menggunakan bus elektrik. Dan Jakarta hanya untuk transportasinya nantinya hanya ada bus elektrik, hidrogen, atau hybrid,” katanya.

Elektrifikasi armada Transjakarta sebanyak 3.782 unit diperlukan untuk mengoptimalkan upaya Pemprov DKI dalam mengurangi polusi udara. Saat ini, sebanyak 500 bus listrik telah beroperasi melayani penumpang.

“Dan kalau itu sudah bisa diwujudkan, sebenarnya hampir 100 persen bus kita itu bus elektrik, hybrid, dan hidrogen. Karena sebentar lagi akan ada bus hidrogen dan juga hybrid,” ucapnya.

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat menyampaikan, hingga triwulan III 2026, telah terjalin 52 kerja sama strategis antara BUMD dan BUMN, sinergi antar BUMD, dan sinergi dengan OPD yang senilai Rp4,5 triliun.

Kerja sama tersebut terdiri dari 27 kerja sama antara BUMD dengan BUMN senilai Rp2,4 triliun; serta 25 kerja sama sinergi antarBUMD senilai Rp2,1 triliun.

Syaefuloh menyampaikan, penandatangan perjanjian kerja sama pada hari ini dilakukan untuk meningkatkan layanan dan kinerja perusahaan.

“Agenda pada hari ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Gubernur pada acara BUMD Leaders Forum beberapa waktu yang lalu, yang mengamanatkan agar seluruh BUMD bersinergi dalam meningkatkan layanan dan kinerja perusahaan,” jelasnya.

Penandatanganan 15 perjanjian kerja sama pada hari ini terbagi dalam lima sektor. Pertama, kerja sama antara BUMD dengan BUMN senilai Rp120 miliar. Kerja sama ini meliputi pemanfaatan sarana telekomunikasi, penyediaan CCTV, pusat data, kajian energi terbarukan, dan ekosistem hidrogen.

Kedua, kerja sama antara BUMD dengan OPD senilai Rp909 miliar. Kerja sama ini meliputi penyediaan rantai pasok bahan makanan dan pengelolaan sanitasi limbah medis dan nonmedis, akses pembiayaan perumahan di sektor nonformal, serta fasilitasi pelatihan dan praktik kerja lapangan siswa SMK.

Ketiga, kerja sama antarBUMD senilai Rp41 miliar, meliputi penyediaan infrastruktur digital, fasilitas pembiayaan dan penjaminan proyek, kerja sama konstruksi, hingga pengelolaan limbah di pasar, MRT, dan di Kawasan Berikat Nusantara.

Keempat, penandatanganan kesepahaman antara PT Transportasi Jakarta dengan Bank DKI dan Jamkrida mengenai fasilitas pembiayaan program elektrifikasi armada Transjakarta sekitar Rp5,07 triliun.

Kelima, penandatanganan perjanjian fasilitas pembiayaan pembangunan pedestrian deck senilai Rp220 miliar antara Bank DKI dengan PT MRT Jakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *