Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Euronaval 2026

Prancis larang pejabat Israel hadiri Euronaval 2026. Foto: royanews

Tajuk.co VILLEPINTE – Prancis kembali membatasi partisipasi perusahaan pertahanan ‘Israel’ dalam Euronaval, pameran pertahanan angkatan laut terbesar di dunia, yang dibuka mulai 3 November di Villepinte, dekat Paris.

Pemerintah Prancis telah memberitahu pihak penyelenggara mengenai kerangka kerja yang jelas dan sangat restriktif bagi peserta pameran non-pemerintah asal Israel. Aturan ini hanya mengizinkan mereka memamerkan peralatan yang dikhususkan secara eksklusif untuk pertahanan anti-pesawat, anti-rudal, dan anti-balistik.

Senjata ofensif dilarang untuk dipamerkan sepenuhnya, dan perwakilan pemerintah Israel, termasuk para pejabat Kementerian Pertahanan, dilarang hadir.

Komisaris Jenderal Euronaval, Guillaume Merveilleux du Vignaux, mengonfirmasi keputusan tersebut.

“Kami baru saja diberi tahu tentang keputusan pemerintah Prancis untuk mengizinkan peserta pameran asal Israel dalam kerangka kerja yang sangat jelas dan restriktif, yang terbatas pada pameran peralatan yang dikhususkan secara eksklusif untuk pertahanan anti-pesawat, anti-rudal, dan anti-balistik,” katanya.

Ia menambahkan, hanya sekitar setengah lusin peserta pameran asal Israel yang telah mendaftar, dan pemerintah Israel beserta perwakilannya tidak akan ikut ambil bagian.

Pihak penyelenggara akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut guna memastikan kepatuhan terhadap aturan.

Langkah ini melanjutkan pola yang telah ditetapkan sejak pecahnya perang di Gaza. Pada pameran pertahanan Prancis sebelumnya, termasuk Eurosatory dan Paris Air Show, perusahaan-perusahaan Israel menghadapi pembatasan serupa—di mana sistem senjata ofensif terkadang ditutupi di balik penghalang dan paviliun nasional diblokir.

Pada tahun 2024, larangan awal yang melarang total partisipasi Israel di Euronaval sempat dibatalkan oleh Pengadilan Niaga Paris, namun keputusan yang keluar terlambat tersebut menyisakan sedikit waktu bagi mereka untuk menampilkan pameran yang berarti.

Otoritas Prancis tampaknya bertekad untuk menjaga jarak dari teknologi militer Israel yang dikaitkan dengan operasi yang sedang berlangsung di Gaza.

Para pejabat Israel mengkritik pembatasan tersebut sebagai tindakan yang dimotivasi secara politis. Sumber-sumber di Kementerian Pertahanan, yang dikutip media Ibrani menyebut kebijakan itu sebagai bagian dari upaya sistematis untuk menyingkirkan teknologi pertahanan Israel dari panggung internasional dengan dalih pertimbangan politik.

Seorang pejabat pertahanan menyebut keputusan tersebut sebagai langkah pengecut dan tidak mengejutkan dari pihak Prancis, yang dimaksudkan untuk meredam persaingan dengan industri-industri Prancis berdasarkan pertimbangan komersial yang sinis.

Meskipun demikian, perusahaan-perusahaan besar seperti Israel Aerospace Industries, Rafael, Elbit Systems, dan Israel Shipyards diperkirakan akan hadir dengan mengikuti aturan yang terbatas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *