Buntut Lelucon Mbappé China Batalkan Siaran La Liga

Meme tentang Mbappe yang menyinggung Cina. Foto: tribuna

Tajuk.co BEIJING –  Media penyiaran milik negara China, CCTV, tidak menyiarkan pertandingan Real Madrid pada hari Minggu, meskipun penyerang bintang klub tersebut, Kylian Mbappé, telah meminta maaf atas pernyataannya yang kurang pertimbangan mengenai mendiang pemimpin China, Mao Zedong.

Mbappé memicu kecaman luas setelah mengatakan, meme yang paling membuatnya tertawa adalah meme yang menampilkan wajahnya yang ditempelkan pada sosok diktator China yang menyerupai Mao.

China Media Group, organisasi induk CCTV, menyatakan pada hari Selasa lalu bahwa mereka akan menangguhkan siaran pertandingan Liga Spanyol (La Liga) menyusul kehebohan tersebut, yang juga membuat Mbappé diputus kontraknya oleh sejumlah merek asal China.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan, pihaknya menganggap permintaan maaf Mbappé secara “serius”. Real Madrid dan pihak La Liga juga telah menyampaikan permintaan maaf.

China Media Group sebelumnya telah menuntut permintaan maaf dari ketiga pihak tersebut, dan menyebutnya sebagai syarat mutlak untuk bisa melewati insiden ini.

Pihak lembaga telah mengakui permintaan maaf tersebut, namun belum memberikan komentar mengenai berapa lama pemadaman siaran (blackout) ini akan berlangsung.

Mbappé, yang dilaporkan melontarkan komentar tentang meme tersebut dalam acara bincang-bincang Prancis, The Bridge, menyampaikan permintaan maafnya pada Selasa malam.

“Komentar saya kurang dipertimbangkan, dan saya sekarang paham bahwa itu telah melukai banyak orang di China dan komunitas Tionghoa di seluruh dunia,” ujarnya.

Lelucon tersebut tidak diterima dengan baik di China, di mana Mao sangat dihormati oleh Partai Komunis, terlepas dari kenyataan bahwa ia pernah mengawasi salah satu babak paling kelam dalam sejarah negara tersebut.

Mao, yang memimpin Partai Komunis China meraih kemenangan dalam perang saudara dan mendirikan Republik Rakyat China, wafat pada tahun 1976.

Selama masa kekuasaannya, ia memimpin gerakan Great Leap Forward (Lompatan Jauh ke Depan) dan Revolusi Kebudayaan, yang memicu bencana kelaparan hingga menewaskan puluhan juta jiwa serta memicu pembersihan kekerasan di seluruh masyarakat China.

Ini bukan kali pertama Beijing menangguhkan siaran olahraga akibat isu sensitivitas politik.

Mereka sempat menghentikan siaran pertandingan NBA selama setahun sejak Oktober 2019 setelah Daryl Morey, manajer umum Houston Rockets, mengunggah cuitan yang mendukung para demonstran Hong Kong di tengah maraknya aksi protes pro-demokrasi di kota tersebut.

Morey kemudian menarik kembali pernyataannya setelah mendapat kritik tajam dari para penggemar, sponsor, dan mitra komersial asal China.

“Saya telah mendengarkan dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang sejak cuitan itu dibuat,” tulis Morey saat itu.

“Saya selalu menghargai dukungan signifikan dari para penggemar dan sponsor China kami… Saya berharap mereka yang merasa kecewa tahu bahwa menyinggung atau menyalahartikan mereka bukanlah niat saya.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *