Tajuk.co, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Jabatan tersebut merupakan nomenklatur baru dalam struktur pemerintahan.
Sebelumnya, belum terdapat kementerian koordinator yang secara khusus menggabungkan urusan hilirisasi dan energi. Bahlil yang sebelumnya menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini mendapat mandat untuk mengoordinasikan kedua sektor tersebut.
Pelantikan Bahlil dilakukan berdasarkan keputusan presiden terkait perubahan susunan menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Dalam prosesi pelantikan, Bahlil mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo. Ia menyatakan komitmen untuk menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab jabatan dengan penuh etika.
Bahlil sebelumnya menjabat Menteri ESDM sejak 19 Agustus 2024. Kini, urusan energi dan hilirisasi ditempatkan dalam satu koordinasi kementerian koordinator.
Hilirisasi merupakan salah satu agenda strategis pemerintahan Prabowo. Program tersebut diarahkan untuk mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah sekaligus memperkuat industri turunan.
Pemerintah sebelumnya telah menyetujui tahap awal program hilirisasi yang mencakup 21 proyek. Total nilai investasi yang disiapkan untuk proyek-proyek tersebut mencapai sekitar US$40 miliar.
Proyek itu mencakup sejumlah sektor, antara lain minyak dan gas, pertambangan, pertanian, hingga kelautan.
Bahlil sebelumnya menyebut kebutuhan investasi untuk menjalankan program hilirisasi pada lebih dari 20 komoditas unggulan Indonesia mencapai sekitar US$618 miliar atau sekitar Rp10.224 triliun.
Menurut Bahlil, pengembangan hilirisasi dapat memberikan sejumlah dampak ekonomi, termasuk meningkatkan nilai ekspor, membuka lapangan kerja, dan memperbesar penerimaan negara.
Ia pernah memberikan contoh perkembangan ekspor nikel. Sebelum kebijakan pelarangan ekspor bijih diberlakukan, nilai ekspor nikel berada di kisaran US$3,3 miliar pada 2017–2018. Setelah hilirisasi berjalan, nilainya disebut meningkat menjadi sekitar US$35 miliar hingga US$40 miliar per tahun pada 2023–2024.
Pernah Pimpin Investasi
Sebelum menjadi Menteri ESDM, Bahlil memiliki pengalaman panjang di bidang investasi dan pemerintahan. Ia menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 2019.
Setelah BKPM berkembang menjadi Kementerian Investasi pada 2021, Bahlil dipercaya menduduki posisi Menteri Investasi.
Bahlil Lahadalia lahir pada 7 Agustus 1976. Di dunia politik, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar sejak 21 Agustus 2024.












