Tajuk.co, JAKARTA — Sebuah pesan singkat yang dikirim beberapa menit sebelum kecelakaan menjadi kenangan terakhir dari salah satu korban tabrakan kereta di Bekasi. Gita Septia Wardani (21), penumpang yang menjadi korban dalam insiden tersebut, sempat memberi kabar kepada keluarganya bahwa ia hampir tiba di tujuan.
Kakek korban, Rajihun (63), mengungkapkan bahwa cucunya sempat mengirim pesan kepada ayahnya sesaat sebelum kejadian. Dalam pesan itu, Gita menyampaikan bahwa dirinya hanya tinggal beberapa menit lagi tiba di Stasiun Cibitung.
“Sekitar 10 menit sebelum kejadian, dia sempat mengirim pesan ke ayahnya, bilang akan segera sampai di Cibitung,” ujar Rajihun saat ditemui di RSUD Kota Bekasi.
Namun, setelah pesan tersebut, keluarga tidak lagi bisa menghubungi Gita. Sang ayah yang telah menunggu di stasiun tujuan pun tidak menemukan anaknya karena kereta yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.
“Ayahnya sudah menunggu di stasiun, tapi ternyata terjadi kecelakaan,” lanjutnya.
Rajihun mengatakan pihak keluarga telah berupaya mencari Gita ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, namun hingga saat itu namanya belum ditemukan dalam daftar korban.
“Kami sudah mencari ke beberapa rumah sakit yang informasinya beredar, tapi belum juga menemukan,” katanya.
Meski belum menemukan korban, keluarga sempat menemukan barang-barang milik Gita di lokasi kejadian. Tas yang berisi ponsel, dompet, dan barang pribadi lainnya ditemukan dalam kondisi utuh.
“Tasnya ada di posko dan masih lengkap isinya, tapi korban tidak bersama barangnya,” ungkap Rajihun.
Ia juga menyampaikan kondisi orang tua Gita yang masih terpukul akibat kejadian tersebut.
“Orang tuanya syok dan hanya bisa menunggu kabar dari rumah,” ujarnya.
Diketahui, kecelakaan yang melibatkan kereta jarak jauh dan KRL di wilayah Bekasi ini menyebabkan sejumlah korban jiwa. Hingga proses identifikasi, belasan korban telah berhasil dikenali oleh tim di beberapa rumah sakit.













