Tajuk.co JAKARTA – Garuda Academy Year II resmi dimulai melalui kick-off meeting yang digelar secara daring, Selasa (15/7/2026) pukul 19.00 WIB.
Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), Marsal Masita, bersama FIFA Education Manager Sidney-Rich Acquaye, FIFA Education Manager Jake Zappia, serta Consultant & Lecturer FIFA Campus dan AFC Academic Centre of Excellence, Yazeen Buhari memimpin acara pembukaan.
Sebanyak 105 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri, mengikuti pembukaan program yang menjadi awal perjalanan mereka dalam pengembangan manajemen sepak bola melalui Garuda Academy Year II.
Dalam sambutannya, Marsal Masita mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lolos setelah melewati proses seleksi yang kompetitif.
Menurutnya, para peserta yang lolos telah menunjukkan kapasitas intelektual, semangat, serta visi yang dibutuhkan untuk berkontribusi dalam membangun masa depan industri olahraga nasional.
“Anda telah membuktikan bahwa Anda memiliki kapasitas intelektual, semangat, dan visi untuk ikut membentuk masa depan industri olahraga Indonesia. Jadi, selamat datang secara resmi di Garuda Academy,” katanya.
Marsal juga menyampaikan apresiasi kepada FIFA yang terus mendukung pengembangan Garuda Academy, termasuk kepada Yazeen Buhari yang akan menjadi pengajar pada Core 1.0 dan Core 2.0.
Pada kesempatan tersebut, Marsal mengumumkan capaian penting Garuda Academy memasuki tahun keduanya. Program ini kini telah memperoleh pengakuan dan dukungan resmi dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai program beasiswa nasional yang didanai penuh.
“Tahun ini menjadi sebuah tonggak sejarah bagi Garuda Academy. Dengan bangga kami mengumumkan bahwa Garuda Academy kini telah diakui, didukung, dan mendapat pengesahan dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga,” jelasnya.
Menurut Marsal, status tersebut menjadi bukti bahwa manajemen olahraga kini dipandang sebagai bagian penting dalam pembangunan industri olahraga nasional.
“Negara telah mengakui bahwa manajemen olahraga bukan sekadar aktivitas sampingan, melainkan sebuah industri nasional yang sangat penting.”
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa skema beasiswa penuh membuka kesempatan yang sama bagi seluruh talenta terbaik Indonesia tanpa dibatasi kondisi ekonomi maupun wilayah asal.
“Dengan menjadikan Garuda Academy sebagai program beasiswa penuh, kami berhasil menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh talenta terbaik Indonesia. Kini, siapa pun dari Sabang sampai Merauke dapat mendaftar, bersaing, dan memperoleh tempat di Garuda Academy murni berdasarkan kemampuan, tanpa terhalang kendala biaya.”
Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap Garuda Academy meningkat signifikan pada penyelenggaraan tahun kedua. Lebih dari 250 orang mendaftar dengan latar belakang yang semakin beragam.
“Sejujurnya, kualitas seluruh aplikasi yang kami terima benar-benar luar biasa. Banyak di antaranya merupakan lulusan sarjana maupun pascasarjana dari perguruan tinggi terbaik, dengan latar belakang profesi yang sangat beragam.”
Marsal menyebut para pendaftar berasal dari berbagai profesi, mulai dari pengacara, eksekutif perusahaan, analis data, hingga manajer berpengalaman. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri olahraga Indonesia semakin dipandang sebagai pilihan karier yang menjanjikan.
Di hadapan para peserta, Marsal juga mengajak mereka memanfaatkan kesempatan belajar sekaligus membangun jejaring dengan sesama peserta yang berasal dari berbagai disiplin ilmu.
“Kepada 105 peserta yang terpilih, coba lihat layar Zoom Anda saat ini. Anda sedang berada di tengah orang-orang terbaik di bidang manajemen olahraga Indonesia. Tingkatkan standar Anda, saling menantang untuk berkembang, dan manfaatkan jaringan luar biasa yang ada di ruang virtual ini.”
Sebagai penutup, Marsal membagikan kabar membanggakan dari alumni Garuda Academy angkatan pertama. Dua lulusan terbaik berhasil memperoleh Beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi magister di universitas-universitas terbaik dunia.
“Bagi Anda yang bertanya-tanya sejauh mana perjalanan ini dapat membawa Anda, Anda tidak perlu melihat terlalu jauh. Kami sudah memiliki contoh nyata dari angkatan pertama Garuda Academy,” pungkasnya.
Kick-off meeting Garuda Academy Year II juga diisi dengan pengenalan struktur program pembelajaran, pengenalan FIFA Campus Learning Management System (LMS), serta sesi tanya jawab bersama para peserta.
Garuda Academy merupakan program kolaborasi antara PSSI, AFC, FIFA, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI). Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda yang ingin memperdalam pemahaman mengenai industri sepak bola modern sekaligus mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam perkembangan sepak bola nasional.












