Tajuk.co, NTT — Gempa susulan masih berpotensi mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa pekan ke depan. Warga di daerah terdampak diminta tetap waspada tanpa diliputi kepanikan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan potensi gempa susulan pascagempa besar di wilayah Flores masih perlu menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan diperkirakan dapat berlangsung hingga sekitar tiga pekan.
Masyarakat diminta tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diimbau terus mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi yang disampaikan lembaga berwenang.
Selain kewaspadaan terhadap gempa susulan, warga yang rumah atau bangunannya mengalami kerusakan diminta berhati-hati sebelum kembali masuk. Pemeriksaan kondisi struktur bangunan menjadi penting untuk menghindari risiko akibat bangunan yang retak atau mengalami kerusakan.
BMKG sebelumnya mencatat ribuan gempa susulan terjadi setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Hingga 19 Agustus 2026, jumlah gempa susulan telah mencapai 2.768 kali, dengan sejumlah gempa memiliki kekuatan di atas magnitudo 5.
BNPB pun mengimbau warga tetap tenang, namun tidak mengabaikan potensi bahaya yang masih dapat terjadi. Kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan dinilai penting untuk mengurangi risiko korban tambahan.
Warga di wilayah terdampak juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan berat dan segera menuju tempat yang lebih aman apabila terjadi guncangan kuat.












