Israel Serang Suriah, Akankah Arab Saudi dan Pakistan Bela Turki?

Tajuk.co, ANKARA — Ketegangan antara Turki dan Israel kembali meningkat setelah serangan Israel menyasar sebuah pangkalan udara di wilayah Idlib, Suriah. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan kekhawatiran Tel Aviv terhadap semakin kuatnya posisi militer Turki di Suriah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan menerima penguatan kehadiran militer Turki di Suriah yang dinilai dapat mengancam keamanan Israel.

“Kami tidak akan menoleransi penguatan posisi militer Turki di Suriah yang mengancam Israel,” ujar Netanyahu.

Serangan tersebut menjadi sorotan karena terjadi tidak lama setelah Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menyepakati pakta pertahanan bersama dalam Kesepakatan Makkah. Melalui kesepakatan itu, ketiga negara menyatakan komitmen untuk saling membantu apabila salah satu pihak menghadapi serangan.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana Arab Saudi dan Pakistan akan merespons apabila ketegangan antara Israel dan Turki semakin meningkat.

Sejumlah sumber yang disebut memiliki kedekatan dengan pemerintahan Turki menilai serangan Israel bukan semata-mata aksi militer. Mereka melihat terdapat pesan politik yang ditujukan kepada Ankara, terutama terkait dukungan Turki terhadap pemerintahan Suriah.

Salah satu sumber mengatakan Israel kemungkinan ingin menguji kekuatan dan kredibilitas arsitektur keamanan baru yang tengah dibangun Turki bersama Arab Saudi dan Pakistan.

Kesepakatan Makkah bahkan disebut Israel sebagai bagian dari kemunculan poros baru di kawasan. Kondisi tersebut dinilai dapat menambah tekanan politik terhadap Netanyahu, terutama di tengah dinamika politik domestik Israel.

Menurut sumber tersebut, Israel seolah ingin menunjukkan bahwa perkembangan kerja sama keamanan baru di kawasan tidak akan menghalangi operasi militernya.

Ketegangan juga berpotensi melibatkan Amerika Serikat. Pemerintah Israel disebut sedang menguji sikap Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya memberikan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.

Trump juga diketahui menyambut positif Kesepakatan Makkah yang melibatkan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.

Sumber lainnya menyebut Israel kini semakin terbuka dalam memandang kehadiran militer Turki di Suriah sebagai ancaman. Kondisi tersebut berpotensi membuat hubungan kedua negara semakin tegang dalam beberapa tahun mendatang.

Ketegangan bahkan dikhawatirkan dapat berkembang menjadi insiden yang lebih serius jika tidak dikelola dengan hati-hati. Sejumlah pihak mengingat kembali insiden pada 2015 ketika Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia yang memasuki wilayah udaranya.

Di sisi lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut memiliki rencana mengunjungi Damaskus pada akhir tahun ini. Kunjungan tersebut akan menjadi perjalanan penting karena merupakan kunjungan pertamanya ke Suriah setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad.

Serangan Israel terhadap pangkalan udara di Suriah juga mendapat kecaman dari pemerintah di Damaskus. Pemerintah Suriah menyebut sedikitnya delapan serangan menghantam landasan pacu pangkalan udara yang sudah tidak beroperasi tersebut pada dini hari.

Sejumlah pejabat Israel sebelumnya memberikan penjelasan berbeda mengenai alasan serangan. Tuduhan terhadap pemerintahan Ahmed al-Sharaa sempat muncul, sebelum kemudian narasi resmi Israel mengalami perubahan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Arab Saudi maupun Pakistan mengenai kemungkinan keterlibatan mereka dalam merespons ketegangan antara Israel dan Turki.

Perkembangan ini membuat Kesepakatan Makkah menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan dinamika keamanan kawasan, terutama jika ketegangan antara Ankara dan Tel Aviv terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *