Tajuk.co YERUSALEM – Menteri Kesehatan Palestina Majid Abu Ramadan menyatakan, terdapat kebutuhan mendesak akan respons internasional yang efektif dan terkoordinasi untuk membangun kembali sistem kesehatan di Jalur Gaza.
Abu Ramadan menyampaiakn hal itu saat berpartisipasi dan berbicara dalam program daring berjudul “Virtual Dialogue on Reconstructing and Rapid Recovery of the Health System in the Gaza Strip” (Dialog Virtual tentang Rekonstruksi dan Pemulihan Cepat Sistem Kesehatan di Jalur Gaza) yang diselenggarakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Intervensi internasional sangat penting untuk membangun sistem pelayanan kesehatan di Gaza,” kata Abu Ramadan dalam pidatonya,
Ia menekankan, rekonstruksi di Gaza bukan sekadar memperbaiki bangunan dan peralatan medis, melainkan juga memulihkan kapasitas sistem kesehatan agar dapat menyediakan layanan-layanan penting secara berkelanjutan.
Abu Ramadan juga menggarisbawahi pentingnya memperkuat layanan kesehatan primer, layanan darurat, rehabilitasi, serta layanan kesehatan mental.
Saat memberikan informasi mengenai prioritas di sektor kesehatan, Abu Ramadan menekankan perlunya memfasilitasi perbaikan fasilitas kesehatan yang rusak, memulihkan layanan medis esensial, memfasilitasi pengadaan obat-obatan dan pasokan medis, mendukung personel tenaga kesehatan, serta mengembangkan mekanisme yang berkelanjutan untuk pembiayaan sektor tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan WHO, mitra internasional, dan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Agenda pertemuan tersebut membahas kebutuhan kesehatan dan hasil penilaian kerusakan di Gaza, serta cara menyelaraskan tanggap darurat kemanusiaan dengan kebutuhan pemulihan dini dan rekonstruksi jangka panjang.
Abu Ramadan berpartisipasi dalam dialog tersebut melalui acara daring dalam rangka Komite Regional Mediterania Timur WHO sesi ke-73.












