Tajuk.co, DEPOK — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait fenomena penyebaran dan maraknya kampanye kelompok LGBTQ yang dinilainya semakin terbuka di lingkungan kampus maupun media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Kholid saat menghadiri acara Silaturahmi Orang Tua Penerima Beasiswa Kholid Academy di Depok, Kamis, 5 Agustus 2026.
Sebagai alumni Universitas Indonesia (UI), Kholid mengaku terkejut dan prihatin melihat kondisi kehidupan kampus saat ini yang dinilainya semakin bebas dan permisif terhadap nilai-nilai moral.
“Sebagai alumni UI, saya prihatin dan kaget melihat kondisi kampus sekarang. Dulu tidak ada yang seperti ini. Sekarang ada kelompok yang secara terbuka dan bangga mendeklarasikan diri sebagai LGBT serta mengampanyekannya di media sosial dengan dalih hak asasi manusia dan kebebasan ekspresi,” ujar Kholid.
Ia menambahkan bahwa gerakan pengarusutamaan (mainstreaming) LGBT telah berkembang menjadi tantangan serius yang masuk ke berbagai media, termasuk film hiburan global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membedakan antara gerakan/propagandis LGBT dan korban LGBT.
“Kita harus membedakan dua hal: gerakan LGBTQ dan korbannya. Korban harus kita lindungi, bantu, fasilitasi, dan sembuhkan agar mereka bisa melakukan perbaikan. Namun, untuk para campaigners, ideolog, propagandis, dan kelompok yang merekrut, hal seperti inilah yang harus dilarang oleh negara,” tegasnya.
Kholid juga menyampaikan bahwa dirinya telah menyampaikan usulan ini ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Kongres Umat Islam agar merancang langkah strategis bersama Ormas Islam dan pihak terkait guna melarang segala bentuk propaganda LGBT di dunia pendidikan maupun fasilitas publik.
Di akhir penyampaiannya, Kholid mengajak para orang tua dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga serta membangun ekosistem lingkungan yang positif. Ia juga berharap program beasiswa Kholid Academy dapat melahirkan generasi muda yang produktif, kreatif, religius, serta berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.












