Tajuk.co, KENDARI — Otoritas Jasa Keuangan mendorong digitalisasi pembiayaan bagi sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah di Sulawesi Tenggara. Langkah ini diarahkan untuk memperluas akses pelaku usaha terhadap layanan keuangan.
Anggota Dewan Komisioner OJK Adi Budiarso menjelaskan digitalisasi dapat diterapkan sepanjang rantai nilai komoditas unggulan daerah, termasuk kakao. Sistem Enterprise Resource Planning dan credit scoring menjadi bagian dari skema yang dikembangkan.
Pemanfaatan credit scoring diharapkan membantu membentuk profil pembiayaan petani maupun koperasi. Data tersebut kemudian dapat digunakan lembaga jasa keuangan untuk menawarkan produk pendanaan yang lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan usaha.
Penguatan akses pembiayaan dinilai memiliki ruang besar karena perekonomian Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan 6,19 persen secara tahunan pada triwulan II. Produk Domestik Regional Bruto daerah tersebut mencapai Rp31,22 triliun.
Pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 23,1 persen terhadap PDRB, sedangkan pertambangan dan penggalian berkontribusi 20,6 persen. Perdagangan besar juga menjadi salah satu penopang ekonomi daerah dengan porsi 12,86 persen.
OJK berharap akses terhadap kredit maupun tabungan dapat semakin dalam sehingga pertumbuhan ekonomi daerah turut meningkatkan kesempatan usaha dan kesejahteraan masyarakat.












