Tajuk.co, NEW YORK — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyoroti kepemilikan senjata nuklir Israel saat menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9).
Pezeshkian menyatakan Iran bukan negara yang memiliki senjata nuklir. Ia justru menuding Israel mempunyai senjata tersebut, sementara badan pengawas nuklir internasional tetap melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas Iran.
Dalam pidatonya, Pezeshkian mempertanyakan perlakuan terhadap kedua negara dalam isu nuklir.
“Bom atom dan nuklir ada di tangan rezim Israel, namun pengawasnya malah diminta datang ke Iran,” ujar Pezeshkian.
Ia juga menyinggung posisi Israel yang tidak menjadi anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) serta tidak membuka fasilitasnya untuk inspeksi internasional.
Menurut Pezeshkian, Israel memiliki senjata pemusnah massal, tetapi tetap mendapat perlakuan tertentu dari komunitas internasional. Ia juga mengaitkan isu tersebut dengan serangan Israel terhadap sejumlah wilayah di kawasan.
Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) selama bertahun-tahun melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas nuklir Iran. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan status Iran sebagai negara yang meratifikasi NPT pada 1970.
Namun, aktivitas inspeksi IAEA di Iran mengalami hambatan sejak Juli 2025. Kondisi itu terjadi setelah Iran mengesahkan aturan yang menghentikan kerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB tersebut menyusul perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Berbeda dengan Iran, Israel tidak pernah menandatangani NPT. Sejumlah lembaga pemantau persenjataan nuklir menyebut Israel diyakini memiliki senjata nuklir, meski Israel sendiri selama ini tidak secara terbuka mengonfirmasi ataupun menyangkal kepemilikan tersebut.
Israel selama ini menyatakan program nuklir Iran sebagai salah satu alasan kekhawatiran keamanan dan dasar tindakannya terhadap Teheran.












