Tajuk.co, JAKARTA — Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) akan mengirim tim investigasi dan intelijen ke Indonesia untuk menelusuri jaringan sindikat narkotika yang diduga terkait dengan kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan seorang pilot Malaysia Airlines.
Direktur Satuan Kriminal Narkotika Bukit Aman, Hussein Omar Khan, mengatakan tim tersebut dijadwalkan berada di Jakarta pada 11 hingga 15 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penyelidikan lintas negara terhadap jaringan peredaran narkoba yang diduga beroperasi di kawasan regional.
Menurut Hussein, investigasi difokuskan pada penelusuran asal pasokan narkotika, pola penyelundupan, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam sindikat tersebut. Otoritas Malaysia ingin memastikan seluruh mata rantai distribusi dapat terungkap melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum Indonesia.
Meski demikian, pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan mengajukan permohonan ekstradisi terhadap pilot berinisial MSO. Proses hukum terhadap yang bersangkutan sepenuhnya akan dijalankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Kasus ini bermula ketika aparat Indonesia menangkap MSO di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada akhir Juli 2026. Dari hasil pemeriksaan, petugas Bea Cukai menemukan 14 kantong berisi lebih dari 70 ribu butir ekstasi di dalam koper miliknya. Selain itu, ditemukan pula sekitar empat gram metamfetamin di tas tangan yang diduga untuk konsumsi pribadi.
Penyelidikan turut berkembang setelah aparat di Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, menangkap seorang warga Malaysia berinisial DI asal Johor pada 3 Agustus 2026. Tersangka kedapatan membawa 1.089 butir ekstasi serta empat bungkus sabu dengan berat hampir satu kilogram.
Dalam kasus terpisah, petugas di Bandara Soekarno-Hatta juga menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan tiga perempuan asal Kota Kinabalu, Malaysia. Dari ketiganya, aparat menyita berbagai jenis narkotika yang diduga berupa kokain, MDMA, ketamin, serta tembakau yang dicampur zat terlarang.
Rangkaian penangkapan tersebut mendorong aparat Malaysia dan Indonesia memperkuat koordinasi guna mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara yang diduga melibatkan sejumlah pelaku dengan berbagai peran dalam rantai distribusi.












