Tajuk.co, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih dengan mengganti Menteri Luar Negeri Sugiono, Kamis (1/10). Posisi tersebut kini ditempati Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir.
Arrmanatha atau yang akrab disapa Tata dilantik sebagai Menteri Luar Negeri dalam agenda reshuffle kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis siang.
Dalam perombakan yang sama, Sugiono mendapatkan penugasan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sugiono dan Arrmanatha dilantik untuk menjalankan tugas baru masing-masing pada hari yang sama.
Sugiono sebelumnya dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Dengan demikian, ia menjalankan tugas sebagai Menlu selama hampir dua tahun.
Pengangkatan Sugiono pada 2024 menjadi perhatian karena ia merupakan Menlu pertama sejak 2001 yang tidak berasal dari jalur diplomat karier. Sebelum dirinya, Alwi Shihab tercatat sebagai Menlu yang berasal dari kalangan politikus pada era Presiden Abdurrahman Wahid.
Sebelum masuk pemerintahan, Sugiono memiliki pengalaman sebagai anggota DPR RI. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang membidangi kaderisasi serta informasi strategis. Sugiono juga tercatat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.
Rekam Jejak Arrmanatha Nasir
Arrmanatha Christiawan Nasir lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971. Ia menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Buckingham, Universitas Leicester, dan Universitas Indonesia.
Di Universitas Buckingham, Arrmanatha mengambil bidang ekonomi. Pendidikan magisternya kemudian ditempuh di Universitas Leicester dan Universitas Indonesia dengan bidang studi yang berbeda.
Sebelum berkarier sebagai diplomat, Arrmanatha sempat bekerja di sektor perbankan, termasuk di Bank Danamon dan Bank Sang Negara. Ia kemudian berkarier di pemerintahan dan pernah menangani urusan perdagangan serta pertanian.
Karier diplomatiknya di Kementerian Luar Negeri dimulai pada 1997. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah bertugas dalam sejumlah posisi yang berkaitan dengan hubungan internasional.
Pada periode 2001–2005, Arrmanatha antara lain menjalankan tugas sebagai bagian dari Perwakilan Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa serta terlibat dalam urusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Pengangkatan Arrmanatha sebagai Menteri Luar Negeri membuat posisi tersebut kembali ditempati oleh diplomat karier.












