Tajuk.co DEBRECEN – Pelatih kepala Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson menyatakan, para pemainnya telah “meningkatkan kesadaran di seluruh dunia” setelah memilih tidak ikut serta dalam prosesi seremonial pra-pertandingan melawan Israel.
Para pemain Republik Irlandia dan Israel tidak berjabat tangan, serta skuad Irlandia menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan. Tidak ada pula pertukaran vandel antara kapten Republik Irlandia Dara O’Shea dan kapten Israel Manor Solomon, yang juga tidak berjabat tangan.
Di dalam negeri Irlandia, pertandingan melawan Israel menuai kontroversi sejak bulan Februari lalu ketika kedua dalam diundian berada satu grup di Grup B3.
Para pemain Republik Irlandia menghadapi desakan untuk mundur dari pertandingan akibat pembantaian yang masih terus dilakukan Israel. Kampanye “Stop The Game” yang diorganisasi oleh kelompok penekan Irish Sport for Palestine juga terus meningkat di dalam negeri.
“Ini sangat sulit bagi banyak pemain,” kata Hallgrimsson kepada penyiar RTE seusai pertandingan.
“Saya berharap hal itu tidak terjadi di pertandingan berikutnya karena mereka telah menunjukkan dukungan terhadap aksi protes. Mereka telah meningkatkan kesadaran di seluruh dunia, tidak hanya di Irlandia, mengenai topik ini—dan itulah alasan utama dari sebuah protes, yaitu menyuarakan situasi tersebut.
“Saya rasa para pemain telah melakukannya melalui semua tindakan dan perkataan mereka. Tidak berbeda dengan Gavin Bazunu, tetapi pemain lain telah melakukannya di sini, di atas lapangan, dan melalui tindakan nyata mereka, jadi saya harap publik memahaminya.”
Para pemain Republik Irlandia melakukan pemungutan suara untuk tetap melanjutkan pertandingan dalam rapat panjang di hotel tim di Debrecen pada hari Sabtu.
Belakangan pada hari Sabtu, penjaga gawang Bazunu mengonfirmasi mundur dari skuad, dengan menyatakan ia merasa “salah jika harus berpartisipasi” dalam pertandingan hari Minggu serta laga balasan di kota Backa Topola, Serbia, pada 4 Oktober.
Para pemain Irlandia mengenakan ban lengan hitam, yang menurut, CEO Foot Ball Association of Irlandia (FAI), David Courell merupakan bentuk gestur “sebagai pengakuan atas semua nyawa yang hilang dalam konflik Gaza.
Setelah mencetak gol ketiga bagi Republik Irlandia, Jack Moylan melepas ban lengan hitamnya dan menciumnya sebelum mencium lambang di jersei timnya.
Para pemain Republik Irlandia mendapat sorakan ejekan dari sebagian kecil suporter Israel yang hadir saat mereka keluar untuk melakukan pemanasan sebelum pertandingan.
Meskipun FAI mengonfirmasi, tidak ada tiket yang dijual kepada pendukung Republik Irlandia, beberapa fan tetap terlihat di dalam stadion.
Hallgrimsson mengonfirmasi, Bazunu akan dimasukkan ke dalam skuad untuk pertandingan hari Kamis melawan Austria di Dublin, namun tidak untuk pertandingan kedua melawan Israel.
“Saya rasa dia sangat senang kami memenangkan pertandingan,” ujar Hallgrimsson.
“Tidak ada yang mempertanyakan keputusannya. Hanya saja masalah waktu yang sedikit menyulitkan kami untuk meresponsnya, tetapi tidak ada dari kami yang melarangnya mengambil sikap dan sekarang dia terbang kembali bersama kami di pesawat.”
Saat ditanya apakah pendapat para pemain terkait pertandingan ini dipertimbangkan saat memilih susunan pemain untuk hari Minggu, Hallgrimsson menjawab: “Sama sekali tidak.
“Pemilihan tim ini murni berdasarkan siapa yang kami yakini bisa memberikan performa terbaik untuk Irlandia.”
Selama hari yang penuh dinamika pada hari Sabtu, keraguan sempat muncul mengenai apakah pertandingan akan tetap berlangsung setelah konferensi pers pra-pertandingan Republik Irlandia ditunda karena adanya rapat skuad.
Ketika konferensi pers akhirnya dimulai pada pukul 14:30 BST hari Sabtu—lebih dari lima jam dari jadwal semula—Courell mengatakan bahwa pemungutan suara pemain menyetujui pertandingan dilanjutkan dengan “mayoritas signifikan”.
Courell menambahkan bahwa Republik Irlandia tidak akan terlibat dalam formalitas pra-pertandingan seperti berjabat tangan.
Pada tahun 2024, tim bola basket putri Irlandia juga memilih untuk tidak berjabat tangan dengan para pemain Israel atau berdiri di lapangan saat lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum kualifikasi EuroBasket di Riga, namun kedua tim saling berjabat tangan saat bertemu kembali tahun lalu.
Republik Irlandia menghadapi seruan untuk memboikot pertandingan sejak pengundian Nations League pada bulan Februari. November lalu, FAI mengesahkan mosi yang meminta UEFA untuk membekukan Israel dari kompetisi UEFA.
Pada bulan Mei, pertandingan persahabatan tim melawan Qatar terhenti setelah para penggemar melempar bola tenis yang diberi gambar bendera Palestina ke dalam lapangan.
Pada bulan Juni, FAI mengonfirmasi pertandingan kandang mereka akan dimainkan tanpa penonton di Backa Topola, bukan di Aviva Stadium Dublin, dengan alasan “tantangan operasional yang dapat memengaruhi pelaksanaan pertandingan di tanah air”.
Dalam rapat umum luar biasa pada bulan Juli, para delegasi mendukung mosi FAI untuk melanjutkan pertandingan di tengah kekhawatiran bahwa memboikot laga akan menimbulkan “dampak buruk yang signifikan dan berkepanjangan” bagi asosiasi.
Desakan agar Republik Irlandia memboikot pertandingan semakin menguat dalam beberapa minggu terakhir. Awal pekan ini, lebih dari 160 atlet Irlandia menandatangani surat terbuka yang diprakarsai kelompok Irish Sport for Palestine yang mendesak tim untuk tidak bertanding.
Courell juga menyampaikan pekan lalu bahwa UEFA telah menolak permintaan agar Republik Irlandia dan Israel dipisahkan dalam pengundian kompetisi di masa mendatang.












