Suhud Dorong BUMD DKI Tingkatkan Kontribusi bagi Pendapatan Daerah

Tajuk.co, JAKARTA — Ketua DPRD DKI Jakarta yang baru dilantik, Suhud Alynudin, meminta badan usaha milik daerah (BUMD) di Jakarta mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di tengah kondisi fiskal yang masih menghadapi tekanan.

Menurut Suhud, keberadaan BUMD memiliki peran strategis dalam membantu pembangunan Jakarta, terutama saat kemampuan anggaran daerah belum sepenuhnya stabil. Karena itu, ia menilai perusahaan milik pemerintah daerah harus dikelola lebih profesional dan mampu menghasilkan keuntungan yang optimal.

“BUMD harus bisa menjadi salah satu penopang pendapatan daerah. Jangan sampai justru menjadi beban APBD,” ujar Suhud usai pelantikannya sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta, Senin (9/6/2026).

Ia mengatakan DPRD DKI Jakarta akan mendorong pengawasan yang lebih kuat terhadap kinerja perusahaan daerah agar target bisnis dan pelayanan publik dapat berjalan seimbang.

Selain itu, Suhud juga menyoroti pentingnya inovasi pembiayaan pembangunan di Jakarta. Menurut dia, pemerintah daerah perlu mulai mengembangkan skema creative financing untuk mendukung program pembangunan tanpa terlalu bergantung pada APBD.

“Jakarta membutuhkan terobosan pembiayaan baru agar pembangunan tetap berjalan meski kondisi fiskal sedang tidak mudah,” katanya.

Suhud menilai kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan BUMD menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pembangunan ibu kota, terutama menjelang transformasi Jakarta sebagai kota global.

Ia juga berharap seluruh BUMD dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Suhud Alynudin resmi dilantik sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta menggantikan Khoirudin untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Pergantian tersebut merupakan keputusan internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai dengan kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta.

Dalam pidato perdananya, Suhud menegaskan komitmennya memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif agar berbagai program strategis Jakarta dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *