Tajuk.co SWISS – Boikot yang dilancarkan tim-tim Eropa terhadap berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia masih mungkin berlanjut. Meski Presiden FIFA, Gianni Infantino sudah minta maaf dan membatalkan rencana penjualan saham kegiataan FIFA, termasuk penyelenggaraan Piala Dunia kepada investor swasta.
Asosiasi Sepakbola Eropa, UEFA menegaskan pembelaan FIFA terhadap Infantino, tidak mengubah apa pun.
FA Inggris telah mengirimkan surat penarikan dukungannya untuk Infantino sebagai respons terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA, dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, syarat-syaratnya belum terpenuhi, meskipun rencana Infantino telah dibatalkan.
“Pertama, usulan untuk menjual kompetisi-kompetisi utama harus ditarik dan kedua harus ada jaminan upaya untuk merusak citra sepak bola dengan cara seperti ini tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat ini belum terpenuhi,” bunyi pernyataan itu.
UEFA sebelumnya menyatakan telah kehilangan kepercayaan pada Infantino, dengan menyebut proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) sebagai “kesepakatan terselubung yang kumuh dan tidak transparan”.
Namun pada hari Kamis, Conmebol (konfederasi Amerika Selatan) dan Confederation of African Football (Caf) mendukung Infantino, begitu pula asosiasi sepak bola dari tuan rumah bersama Piala Dunia, Meksiko, serta runner-up turnamen, Argentina. Infantino sebelumnya menawarkan $40 juta atau Rp 7,2 triliun kepada semua asosiasi jika mereka mendukung proposal investasi swasta dalam turnamennya, termasuk Piala Dunia pria dan wanita, melalui anak perusahaan FFE.
Badan pengatur sepak bola dunia, FIFA, menyatakan dalam rapat hari Rabu bahwa “kesalahan” terkait FFE telah “diakui”, dengan mengatakan “tidak ada niat” membuat Dewan FIFA dan asosiasi anggota “merasa terasing dari proses tersebut dan bahwa proses tersebut seharusnya ditangani secara berbeda”.












