Siapa Mewarisi Nomor 10 Argentina Setelah Messi Pensiun

Siapa yang akan memakai nomor 10 setelah Messi pensiun dari timnas Argentina. Foto: fifa

Tajuk.co BUENOS AIRES –  Tim nasional Argentina kini memasuki masa transisi. Lionel Scaloni, yang memimpin sejak 2018, belum mengonfirmasi apakah ia akan bertahan melampaui akhir kontraknya pada bulan Desember.

Sementara itu, La Albiceleste menyongsong jeda internasional mendatang dengan situasi yang belum pernah mereka hadapi selama 17 tahun: tanpa keterlibatan Lionel Messi, mereka harus memutuskan siapa yang akan mengenakan nomor punggung 10.

Namun, Scaloni dengan cepat menunda perdebatan tersebut jelang pertandingan Argentina melawan Bolivia, Burkina Faso, dan Benin.

“Tidak ada yang akan mengenakan nomor 10 dalam pertandingan-pertandingan ini,” ujar Scaloni saat itu. “Kami tidak perlu memberikannya kepada siapa pun. Kami akan menunggu hingga laga penghormatan Leo, baru kemudian melihat apa yang terjadi. Ide utamanya adalah agar ada satu pemain yang benar-benar memilikinya.”

Setelah Messi pensiun dari sepak bola internasional, memutuskan siapa yang mewarisi nomor 10 akan menjadi salah satu pertanyaan kunci bagi Scaloni dan staf pelatihnya, meskipun pertanyaan itu belum terjawab untuk saat ini.

Jersey nomor 10 memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola Argentina. Maknanya terukir dalam kisah tiga kejayaan La Albiceleste di FIFA World Cup™: Mario Kempes mengenakannya pada tahun 1978, Diego Maradona pada 1986, dan Messi pada 2022.

“Kami semua berpikir kami sedikit berbeda sebagai pemain. Bahkan jika tidak, kami semua ingin mengenakan nomor 10 sejak usia muda. Jelas, ini selalu menjadi jersey yang spesial,” kata Messi.

Scaloni mengonfirmasi, Cristian Romero akan mengambil alih peran sebagai kapten, dengan Emiliano Martínez sebagai urutan berikutnya. Namun, siapa yang akan mengenakan jersey nomor 10 Argentina masih belum pasti. Setelah era Maradona, Ariel Ortega termasuk di antara mereka yang mewarisi nomor tersebut. Namun begitu Messi mengambil alih jersey itu pada tahun 2009, tidak pernah ada keraguan tentang siapa pemiliknya. Kini, era baru menanti.

Kempes, Maradona, dan Messi membantu membentuk budaya di seputar jersey tersebut. Tiga maestro berkaki kiri ini mewujudkan identitas sepak bola Argentina yang tak tertandingi melalui giringan bola, kontrol jarak dekat, imajinasi, dan kecerdikan mereka.

Warisan mereka membantu memberikan daya tarik dan mistik yang bertahan lama pada nomor 10. Di Argentina, baik itu main bola di jalanan, pertandingan di lapangan sewaan, kompetisi resmi, atau laga kasta tertinggi, pemain yang mengenakan nomor 10 selalu mencuri perhatian.

Pada usia 22 tahun, Nico Paz menjadi salah satu nama yang paling cepat terlintas saat mempertimbangkan masa depan jersey nomor 10 Argentina. Berkaki kiri, kreatif, dan cerdas dalam bergerak di antara lini, gelandang ini menawarkan perpaduan unik antara bakat dan ketenangan, serta kemampuan membuat perbedaan di lini depan.

Ia mendapat kesempatan tampil terbatas di ajang dunia di Amerika Utara tahun ini—masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan atas Aljazair sebelum menjadi starter pada laga terakhir fase grup melawan Yordania—tetapi kini tampak semakin siap untuk peran utama.

“Dia memiliki begitu banyak kualitas dan saya berharap dia terus berkembang,” ujar Messi. “Dia bahkan belum lahir saat saya melakukan debut di tim utama. Dia memiliki kepala yang dingin dan memahami permainan dengan sangat baik. Saya berharap dia terus berkembang seperti ini. Dia bermain dan menikmati dirinya sendiri, dan saya pikir dia akan merasa nyaman di tim ini karena kami banyak menguasai bola. Dia tumbuh dengan gaya bermain seperti itu dan memiliki apa yang dibutuhkan untuk berkembang pesat.”

Sementara itu, Franco Mastantuono masih berharap dapat memantapkan posisinya di Real Madrid, tetapi masa pinjamannya bersama Fiorentina kembali menyoroti bakat yang pertama kali ia tunjukkan di River Plate. Masih berusia 19 tahun, Mastantuono memiliki kaki kiri yang ajaib, tembakan bertenaga, dan kontrol jarak dekat untuk melewati lawan. Posturnya yang tinggi dan ramping juga membantunya memberikan dampak saat menusuk ke depan dengan atau tanpa bola.

“Merek dapat bermain bersama,” kata Scaloni saat ditanya tentang kemungkinan Paz dan Mastantuono membentuk kemitraan. “Biasanya salah satu dari mereka akan menjadi starter, tetapi mereka bisa bermain bersama. Keinginan ke arah sana tentu ada.”

Ada pula anggota skuad juara Qatar 2022 yang berpeluang mewarisi nomor tersebut. Selama masa kepelatihan Scaloni, Messi sendiri menyoroti kemampuan teknis para gelandang Argentina dan mencatat banyak dari mereka tumbuh dengan bermain dalam peran enganche—playmaker khas Argentina yang beroperasi di antara garis tengah dan serangan. Di Argentina, peran enganche tradisional sejak lama identik dengan jersey nomor 10.

“Kami menemukan beberapa gelandang luar biasa, yang sebagian besar pernah menjadi playmaker pada satu titik, dan Anda benar-benar bisa melihatnya,” terang Messi. “Saat Anda mendominasi penguasaan bola, seorang playmaker memberi Anda sesuatu yang berbeda—mereka adalah seseorang yang jarang kehilangan bola. Kami mulai lebih sedikit kehilangan bola di lini tengah dan, melalui penguasaan bola yang panjang, kami menjadi lebih kuat.”

Dengan pertimbangan tersebut, tidak akan mengejutkan melihat Alexis Mac Allister, yang mengenakan nomor 10 untuk Liverpool, Thiago Almada, yang kini membela River Plate, atau Enzo Fernandez mewarisi jersey nomor 10 Argentina.

Babak terakhir Messi bersama Argentina mungkin telah usai, tetapi kisah nomor 10 masih jauh dari kata selesai. Lembaran kosongnya menanti untuk diisi oleh para calon pewaris, pemimpi, dan bintang muda berambisi: nama-nama mapan yang sudah menjadi bagian dari tim nasional, serta anak-anak yang baru mulai bermain bola sambil membayangkan suatu hari nanti mewakili La Albiceleste dengan nomor itu di punggung mereka.

Sebuah nomor yang sarat dengan tradisi, tanggung jawab, dan kebanggaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *