Tajuk.co, JAKARTA — Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperluas pembelajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia. P2G menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak menambah beban pendidikan nasional yang saat ini masih menghadapi banyak tantangan mendasar.
Koordinator Nasional P2G menyampaikan bahwa prioritas utama dunia pendidikan saat ini seharusnya masih berfokus pada penguatan literasi, numerasi, dan kualitas pengajaran dasar. Menurutnya, penambahan mata pelajaran bahasa asing baru harus mempertimbangkan kesiapan guru, kurikulum, serta kondisi sekolah di berbagai daerah.
“Jangan sampai kebijakan baru justru menambah ketimpangan pendidikan, terutama di sekolah-sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas belajar,” ujarnya.
P2G juga menyoroti pentingnya kajian kebutuhan dan relevansi Bahasa Prancis bagi siswa di Indonesia. Mereka menilai pembelajaran bahasa asing memang penting di era globalisasi, namun implementasinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan strategis nasional dan kemampuan satuan pendidikan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginan agar Bahasa Prancis dipelajari lebih luas di sekolah Indonesia dalam rangka memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Prancis, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
P2G berharap pemerintah melibatkan para guru, akademisi, dan pemangku kepentingan pendidikan sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara nasional.












