Norwegia Bantu Indonesia Rp 3,8 Triliun untuk Tekan Deforestasi

Tajuk.co JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi dukungan Pemerintah Norwegia terhadap upaya Indonesia menekan laju deforestasi dan menjaga kelestarian hutan. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan internasional atas keberhasilan Indonesia mengurangi deforestasi selama satu dekade terakhir sekaligus memperkuat kerja sama kedua negara di bidang iklim dan kehutanan.

Titi Hediati menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Rut Krüger Giverin, di Ruang Delegasi, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Norwegia menyampaikan apresiasi atas capaian Indonesia yang berhasil menekan angka deforestasi sejak 2015. Menurut Titiek Soeharto, sapaan akrabnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung upaya global menghadapi perubahan iklim.

“Hari ini kami mendapat kunjungan courtesy call dari Ibu Duta Besar Norwegia untuk Indonesia yang sebentar lagi akan mengakhiri masa tugasnya di Indonesia. Beliau datang menyampaikan apresiasi bahwa Indonesia sudah berhasil menurunkan deforestasi sejak tahun 2015,” ujar Legislator Fraksi Partai Gerindra itu.

Ia menjelaskan, apresiasi tersebut diwujudkan melalui dukungan Pemerintah Norwegia kepada Indonesia sebesar AS$ 216 juta atau setara Rp 3,888 triliun (kurs Rp 18.000/dolar)  sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan pengurangan emisi dari sektor kehutanan.

Titiek menegaskan, capaian penurunan deforestasi harus terus dipertahankan melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian hutan karena merupakan salah satu negara dengan kawasan hutan tropis terbesar di dunia.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa menjaga agar deforestasi ini tidak terulang lagi dan kita berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca. Ini penting karena Indonesia adalah salah satu paru-paru dunia,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mencegah kembali terjadinya kebakaran hutan maupun penggundulan hutan yang dapat mengancam keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, parlemen, dan mitra internasional perlu terus diperkuat agar upaya perlindungan hutan berjalan secara konsisten.

Menurut Titiek, kerja sama Indonesia dan Norwegia yang telah terjalin selama ini menunjukkan  kolaborasi internasional memiliki peran penting dalam mendukung agenda pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Ia berharap hubungan baik kedua negara di bidang iklim dan kehutanan terus berlanjut serta memberikan manfaat nyata bagi perlindungan hutan Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan-bantuan dari Pemerintah Norwegia. Mudah-mudahan ke depan kita dapat terus menjaga hutan Indonesia, mencegah kebakaran hutan dan penggundulan hutan, serta menurunkan emisi gas rumah kaca demi keberlanjutan lingkungan,” pungkas Politisi asal dapil Daerah Istimewa Yogyakarta itu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *