Prabowo Ungkap 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun

Tajuk.co, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 328 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak dirinya mulai menjabat pada 20 Oktober 2024.

Menurut Prabowo, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari efisiensi pengelolaan perusahaan negara. Penutupan ratusan BUMN disebut telah mengurangi biaya operasional hingga mencapai Rp50 triliun.

“BUMN umpamanya, sampai hari ini kita sudah tutup 328 BUMN lebih. Itu kita bisa hemat Rp50 triliun dari overhead. Gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, rapat kerja,” kata Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”, Rabu (16/9/2026).

Pemerintah, lanjut Prabowo, masih akan melanjutkan penataan perusahaan pelat merah. Targetnya, jumlah BUMN yang ditutup dapat mencapai 750 perusahaan hingga akhir 2026.

Dengan target tersebut, masih terdapat sekitar 400 BUMN yang akan ditutup. Prabowo memperkirakan efisiensi anggaran dapat mencapai Rp100 triliun apabila target tersebut terealisasi.

Menurutnya, penghematan berasal dari berkurangnya berbagai biaya yang melekat pada operasional perusahaan, antara lain gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, hingga biaya perjalanan dan rapat kerja.

Prabowo juga menyoroti kinerja sejumlah BUMN yang menurutnya mengalami peningkatan setelah dilakukan pembenahan.

Salah satunya PT Pupuk Indonesia. Prabowo menyebut laba bersih perusahaan tersebut meningkat hingga 252 persen meskipun pemerintah telah menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

“PT Pupuk untung bersih naik 252 persen. Padahal, kita turunkan harga pupuk 20 persen. Dan dengan turun 20 persen, volume tambah, pupuk di mana-mana banyak, PT Pupuk untung 252 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan penurunan harga pupuk diikuti dengan peningkatan volume penjualan. Kondisi tersebut disebut turut menopang peningkatan keuntungan perusahaan.

Selain Pupuk Indonesia, Prabowo menyebut PT Timah Tbk sebagai contoh lain. Ia mengaitkan peningkatan kinerja perusahaan tersebut dengan langkah pemerintah memberantas aktivitas pertambangan ilegal di sejumlah wilayah, termasuk Bangka Belitung.

Menurut Prabowo, keuntungan PT Timah saat ini meningkat hingga sembilan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“PT Timah sekarang untung. Untungnya Anda mungkin tidak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali, 900 persen,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan peningkatan kinerja BUMN juga berkaitan dengan tata kelola perusahaan. Ia menekankan pentingnya jajaran direksi dan pihak terkait mengelola perusahaan negara tanpa mengambil keuntungan pribadi.

“Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau pat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *