Tajuk.co MILAN – Legenda sepak bola Italia, Franco Baresi meninggal dunia pada usia 66 tahun. Mantan kapten Rossoneri, AC Milan dan pemenang Piala Dunia 1982 Spanyol bersama Gli Azzurri tersebut mengembuskan napas terakhir di Klinik Humanitas di Rozzano, Milan, , 31 Juli 2026 lalu setelah berjuang melawan sakit yang diidapnya dalam setahun terakhir
Baresi baru berusia 22 tahun ketika membantu Azzurri meraih gelar sepak bola paling bergengsi di dunia itu. Delapan tahun kemudian, ia bermain penuh di setiap menit pertandingan saat Italia finis di peringkat ketiga di kandang sendiri. Empat tahun berselang, setelah pulih secara luar biasa dari cedera, ia memimpin Italia sebagai kapten pada final Piala Dunia Amerika Serikat 1994, yang berakhir dengan kekalahan melalui adu penalti dari Brasil.
Baresi meninggalkan warisan besar yang melampaui kemampuan teknisnya di lapangan. Sebagai kapten sekaligus legenda Milan, ia menjadi teladan dalam gaya bermain, keanggunan, dan sportivitas. Sosoknya dicintai dan dihormati oleh para penggemar sepak bola, rekan setim, lawan, maupun insan sepak bola di seluruh dunia.
Berbagai ucapan belasungkawa pun mengalir sebagai penghormatan kepada figur besar yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah sepak bola dunia.
Ucapan duka terus mengalir dari komunitas sepak bola dunia atas wafatnya mantan libero Timnas Italia ini. Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut Baresi sebagai seorang kapten yang abadi.
“Franco Baresi dulu, kini, dan akan datang selalu menjadi sosok yang tak lekang oleh waktu,” katanya seperti dikutip situs fifa.com.
Karirnya Baresi dihabiskan di AC Milan. Ia membela klub ini selama 20 tahun karier profesionalnya. Pihak klub mengumumkan kabar duka tersebut melalui sebuah pernyataan.
“Mengumumkan kepergian sosok yang mewujudkan hati dan jiwa AC Milan adalah sesuatu yang sangat berat. Namun seluruh keluarga besar klub dan para Milanisti harus menjaga warisan Franco Baresi. Kita harus tetap tegar dan mengumpulkan seluruh kekuatan, bahkan di masa yang paling menyedihkan ini. Demi mengenang Franco, kita akan tetap bersatu, yakin bahwa ia akan terus membimbing dan menginspirasi perjalanan Rossoneri untuk selamanya. Karena Baresi akan abadi.”
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, juga menyampaikan belasungkawa melalui situs resmi FIGC.
“Sepak bola Italia telah kehilangan salah satu legendanya, seorang juara luar biasa yang sepanjang kariernya hanya mengenakan dua seragam: Milan dan Azzurri. Itu adalah pilihan yang romantis, yang membuatnya pantas mendapat tempat istimewa di hati para penggemar dan jutaan rakyat Italia,” katanya.
“Kami akan mengenang jasa-jasanya sebagaimana mestinya pada pertandingan-pertandingan tim nasional berikutnya. Tim nasional yang selalu ia bela dengan dedikasi luar biasa hingga menjadi salah satu ikon terbesarnya,” imbuh Malago.
Legenda sekaligus mantan kapten Milan lainnya, Paolo Maldini, yang mewarisi ban kapten dari Franco Baresi, turut menyampaikan pesan yang penuh haru.
“Anda mengajarkan saya untuk berjuang hingga napas terakhir, serta arti pengabdian sejati kepada lambang di dada dan menjadi seorang pemimpin sesungguhnya. Anda mengajarkannya melalui teladan setiap hari: sedikit kata-kata, tetapi begitu banyak tindakan,” ucap Maldini.
“Anda melindungi saya saat masih kecil, membimbing saya ketika beranjak dewasa, dan menginspirasi saya sebagai seorang pria. Anda adalah pemain terbaik yang pernah saya miliki kehormatannya untuk bermain bersama. Kami akan merindukanmu, Kapten. Namun cahaya bintangmu akan terus menyertai kami selamanya,” katanya lagi.
Juventus, klub yang paling sering dihadapi Baresi sepanjang kariernya dengan total 40 pertemuan, juga menyampaikan penghormatan.
“Ada sosok yang masuk ke dalam sejarah berkat bakatnya. Ada pula sosok yang, karena kemanusiaannya, akan dikenang selamanya. Franco Baresi adalah keduanya. Kelas, gaya, kepemimpinan, dan rasa hormat, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia menjadi teladan bagi berbagai generasi pemain dan penggemar, serta dicintai dan dihormati oleh seluruh pencinta sepak bola. Kenangannya akan hidup selamanya. Juventus Football Club menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Baresi dan AC Milan atas kehilangan yang begitu besar ini.”
Baresi merupakan simbol kesetiaan bagi Milan dan menjadi inspirasi bagi banyak pemain besar seperti Paolo Maldini, Francesco Totti, Alessandro Del Piero, dan Javier Zanetti. Mantan kapten Internazionale itu memberikan penghormatan dengan mengatakan:
“Simbol. Kapten. Legenda. Nomor 6 selamanya! Sebuah legenda lintas generasi. Selamat jalan, Franco.”
Rival sekota AC Milan, Internazionale, juga menyampaikan belasungkawa.
“Selamat jalan, Franco Baresi, tokoh utama dalam begitu banyak Derby Milan dan salah satu figur yang paling membentuk sejarah rivalitas ini. Sebagai kapten, sosok tim, dan simbol AC Milan, ia menjalani setiap pertandingan melawan Inter dengan semangat kompetisi sekaligus rasa hormat, dalam rivalitas yang telah melahirkan begitu banyak halaman bersejarah dalam sepak bola Italia. Presiden Giuseppe Marotta dan seluruh keluarga besar FC Internazionale Milano menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Baresi, saudaranya Beppe, serta AC Milan atas kehilangan ini.”












