Tajuk.co WASHINGTON— Washington menegaskan tetap berkomitmen mengimplementasikan secara penuh rencana perdamaian 21 poin Presiden Donald Trump, termasuk pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) secara resmi memberi tahu Kongres mengenai dukungan pendanaan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang direncanakan ditempatkan di Gaza, sebagai langkah awal untuk mendukung pelaksanaan rencana perdamaian Timur Tengah Presiden Donald Trump.
“Pada 30 Juli, Departemen Luar Negeri memberi tahu Kongres mengenai dukungan pendanaan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional,” kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri kepada kantor berita Turki Anadolu, Kamis 21/8/2026).
“Pendanaan ini merupakan tahap awal seiring kami terus mendukung pekerjaan Board of Peace,” kata juru bicara itu, tanpa menyebutkan jumlah dana yang dialokasikan.
Secara terpisah, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott mengatakan dalam pernyataan melalui surat elektronik, Washington “berkomitmen terhadap implementasi penuh rencana perdamaian bersejarah 21 poin Presiden, dengan ISF sebagai salah satu komponen utamanya.”
“Berkat Presiden, sebuah koalisi global yang besar telah dibentuk melalui Board of Peace dan para sandera telah dibebaskan. Kami menyambut baik kemajuan berkelanjutan yang dicapai Board of Peace,” katanya.
Trump pada 31 Juli mengumumkan Board of Peace telah mencapai kesepakatan dengan Hamas mengenai “pelucutan senjata sepenuhnya” kelompok tersebut dan faksi-faksi bersenjata lainnya di Gaza. Sementara pasukan Israel akan ditarik secara bertahap dan ISF akan bekerja bersama pasukan kepolisian Palestina yang baru.
Namun, rencana tersebut kemudian menghadapi penolakan dari Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bulan ini menolak rencana itu dan mengatakan kepada kabinetnya bahwa pasukan Israel tidak akan melakukan penarikan hingga Hamas benar-benar dilucuti senjatanya.
Hamas mengatakan pihaknya tetap berkomitmen terhadap peta jalan tersebut.
Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner melakukan perjalanan ke kawasan itu pekan ini dan bertemu dengan pejabat Hamas di Mesir sebelum mengadakan pembicaraan dengan Netanyahu di Israel bersama utusan Board of Peace, Nikolay Mladenov.
Menurut laporan media Israel, Netanyahu dan Kushner berbeda pandangan mengenai berlanjutnya pembunuhan oleh Israel di Gaza. Netanyahu bersikeras serangan akan terus dilakukan, sementara Kushner menyatakan penentangannya.
Para mediator terus berupaya mendorong implementasi perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan di Gaza, pelanggaran Israel terhadap perjanjian tersebut telah menewaskan 1.283 warga Palestina dan melukai 4.248 lainnya.
Israel telah melancarkan perang genosida di Gaza sejak 8 Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut.












