Anwar Ibrahim Bahas Karhutla RI dengan Prabowo di KTT BRICS

Tajuk.co, JAKARTA — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membahas persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di India, Sabtu (12/9/2026).

Pembicaraan tersebut berlangsung saat para pemimpin negara BRICS menghadiri santap malam. Selain persoalan karhutla, Anwar dan Prabowo juga membahas perkembangan konflik di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.

Anwar menyampaikan pembicaraan tersebut melalui unggahan di media sosial. Ia mengatakan persoalan kebakaran hutan serta perkembangan konflik di Timur Tengah membutuhkan kesepakatan dan tindakan bersama.

“Bersama Presiden Prabowo, kami juga berkesempatan untuk membahas isu kebakaran hutan, serta perkembangan konflik di Asia Barat (Timur Tengah) yang membutuhkan kesepakatan dan tindakan bersama,” kata Anwar.

Dalam pertemuan tersebut, Anwar juga kembali mengundang Prabowo untuk berkunjung ke Malaysia. Menurutnya, kunjungan tersebut diperlukan untuk membahas sejumlah persoalan bilateral yang masih tertunda.

“Saya juga memperbarui undangan saya kepadanya untuk mengunjungi Malaysia sesegera mungkin agar beberapa masalah bilateral yang tertunda dapat dibahas dan diselesaikan,” ujar Anwar.

Persoalan karhutla di Indonesia sendiri masih menjadi perhatian di kawasan. Berdasarkan pengamatan badan meteorologi ASEAN, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dilaporkan telah mencapai wilayah selatan Vietnam pada Senin (14/9) pagi.

Malaysia dan Singapura juga sebelumnya beberapa kali terdampak polusi udara akibat karhutla. Malaysia bahkan sempat menetapkan keadaan darurat setelah kualitas udara mencapai level berbahaya.

Pembahasan karhutla antara Anwar dan Prabowo menunjukkan persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga memiliki konsekuensi lintas batas bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Selain penanganan di dalam negeri, kerja sama regional menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi persoalan kabut asap dan dampak karhutla yang dapat meluas hingga negara tetangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *