Ejekan Suporter Al-Taawoun yang Singgung Jota Buat Ronaldo Marah

Ruben Neves. Foto: Alhilal

Tajuk.co RIYAD –- Cristiano Ronaldo meminta suporter yang mengejek Ruben Neves dengan mengumandangkan nyanyian, yang merujuk pada mendiang rekan setimnya di Timnas Portugal, Diogo Jota, dilarang masuk stadion sepak bola seumur hidup.

Nyanyian tersebut terjadi saat pertandingan antara Al-Taawoun dan tim Neves, Al-Hilal, di Buraydah, Arab Saudi, Sabtu 12/9/2026). Jota meninggal dunia pada 3 Juli 2025 dalam kecelakaan mobil di Zamora, barat laut Spanyol, bersama saudaranya, Andre Silva. Sebagai sahabat dekat Jota, Neves menjadi salah satu pengusung jenazah di pemakamannya.

Rekaman video yang diambil dari tribun penonton selama pertandingan dan beredar di media sosial menunjukkan para pendukung menyanyikan nama “Jota”. Sorakan tersebut menarik perhatian Neves, yang merespons dengan menunjuk ke arah matanya dan kemudian menunjuk ke langit.

Saat melewati mixed zone setelah pertandingan, Neves berkomentar, “Saya berharap mereka tidak pergi sholat setelah ini.”

Menanggapi unggahan Instagram yang menampilkan rekaman tersebut, Ronaldo memberikan komentar melalui akun pribadinya.

“Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini,” kata Ronaldo.

“Ini bukan lagi sepak bola, dan harus ada batasannya. Orang-orang yang berperilaku seperti ini tidak boleh lagi diizinkan masuk ke stadion.”

Pertandingan berakhir dengan skor 6-0 untuk kemenangan Al-Hilal, di mana Neves bermain selama 75 menit sebelum digantikan.

Manajemen Al-Hilal mengumumkan dalam sebuah pernyataan di situs web mereka pada hari Minggu bahwa mereka telah mengajukan pengaduan ke Federasi Sepak Bola Arab Saudi terkait insiden tersebut. Klub Liga Pro Arab Saudi itu menyatakan “yakin” langkah-langkah akan diambil untuk “melindungi integritas kompetisi olahraga dari praktik-praktik yang menyinggung.”

“Pihak klub menyatakan penolakan mutlak terhadap tindakan yang menargetkan pemain atau keluarga mereka, atau yang bertujuan untuk menyebabkan penyerangan secara pribadi,” bunyi pernyataan Al-Hilal.

Hari Minggu, Al-Taawoun juga merilis pernyataan terkait insiden tersebut, yang secara tegas mengecam nyanyian ofensif itu.

“Perilaku seperti itu sama sekali tidak dapat diterima dan tidak mewakili Al-Taawoun, para pendukungnya, maupun nilai-nilai yang dikenal di tribun kami.”

Al-Taawoun menyatakan mereka akan “mengambil semua tindakan yang diperlukan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali dan menuntut pertanggungjawaban dari para pelaku.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *