Green Policing Polda Riau Jadi Agenda Strategis Kapolri untuk Jaga Lingkungan

Kapolri Jend. Suyudi Ario Seto jabat tangan komando dengan Eks Kapolri Jend. Listyo Sigit. Foto: setneg

Tajuk.co, PEKANBARU — Program Green Policing yang dikembangkan Polda Riau masuk dalam Commander Wish Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Kebijakan ini menjadi langkah untuk memperkuat peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan pencegahan, pelibatan warga, serta perlindungan lingkungan.

Green Policing mulai dikembangkan di Polda Riau pada masa kepemimpinan Komjen Herry Heryawan, yang kini menjabat Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Program tersebut menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Commander Wish Kapolri, Kabaharkam Polri bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri turut menjadi penanggung jawab kegiatan strategis yang mendorong kehadiran polisi di tengah masyarakat, termasuk melalui pelaksanaan Green Policing.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Kombes Akmadi menyambut masuknya program tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat pelaksanaan Green Policing secara berkelanjutan di wilayah Riau.

Menurut Akmadi, perlindungan lingkungan memiliki hubungan erat dengan keamanan masyarakat. Berbagai persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kerusakan gambut, serta perambahan hutan tidak hanya berdampak terhadap ekosistem, tetapi juga memengaruhi kesehatan, perekonomian, dan keselamatan warga.

Karena itu, Green Policing tidak sebatas diwujudkan melalui kegiatan penghijauan. Program ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar turut mencegah kerusakan lingkungan sejak dini.

Akmadi menegaskan bahwa upaya mencegah karhutla, melindungi hutan, dan menjaga kelestarian alam membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kepolisian perlu bersinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan partisipasi warga sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan.

Di Riau, pelaksanaan Green Policing telah mencakup sejumlah kegiatan, antara lain penanaman pohon, edukasi lingkungan, penguatan pencegahan karhutla, serta kolaborasi untuk melindungi kawasan gambut dan mangrove.

Polda Riau menilai keberhasilan program ini tidak cukup diukur berdasarkan jumlah kegiatan atau pohon yang ditanam. Dampak jangka panjang, perubahan perilaku masyarakat, dan manfaat nyata bagi lingkungan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Melalui penguatan Green Policing dalam Commander Wish Kapolri, Polda Riau berharap kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan semakin tumbuh. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung upaya mengurangi risiko bencana ekologis sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan keterlibatan berbagai elemen, Green Policing diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang menghubungkan tugas pemeliharaan keamanan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *