Program 500 Brand Go Global Perkuat Merek Lokal

Mendag Budi Santoso berfose bersama pelaku usaha daam acara Peluncuran 500 Brand Go Global. Foto: kemendag

Tajuk.co KABUPATEN TANGERANG – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, potensi produk-produk lokal Indonesia dapat terus dikembangkan untuk mengisi pasar luar dan dalam negeri. Penggunaan merek pun menjadi salah satu kekuatan utama dalam memenangkan pasar dan konsumen. Ia mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan merek dan desain kemasan agar makin meningkatkan daya saing produk.

Mendag menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran program penguatan penjenamaan “500 Brand Go Global” di hari keempat Pangan Nusa Expo 2026, Sabtu, (17/10/2026) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Berkolaborasi dengan Arrbey Branding, program ini menjadi dukungan Kemendag dalam meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penjenamaan (branding).

“Kami ajak pelaku UMKM dan pemilik merek lokal untuk memanfaatkan program penguatan merek ini agar dapat memperkuat identitas produk. Merek yang sudah dikenal akan lebih mudah dipromosikan, sehingga meningkatkan efektivitas strategi pemasaran dan dapat mendongkrak penjualan,” kata Mendag Busan.

Program “500 Brand Go Global” bertujuan untuk meningkatkan kekuatan merek-merek lokal agar dapat bersaing dengan merek-merek global. Beberapa kegiatannya meliputi penguatan identitas dan positioning merek, peningkatan daya saing produk, perluasan akses pasar di dalam negeri dan pasar global, serta dorongan berkolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem merek Indonesia. Pelaku usaha yang berpartisipasi dalam program tersebut akan mendapat dukungan fasilitasi penjenamaan, perbaikan kemasan, desain produk, dan sertifikasi.

“Produk harus berkualitas agar bisa ekspor. Kita perlu bersama-sama mengembangkan produk agar bisa bersaing di pasar dalam dan luar negeri. Branding menjadi kunci peningkatan daya saing produk serta memperkuat nilai tawar, termasuk bagi produk UMKM,” ujar Mendag Busan.

Sementara itu, Chairman Arrbey Branding, Handito Joewono mengatakan program “500 Brand Go Global” merupakan upaya memperkuat daya saing merek Indonesia. Ia ingin sinergi Kemendag dengan Arrbey dalam memperkuat 500 merek Indonesia dapat membangun merek yang berdaya saing.

“Target kami adalah membantu membangun 500 merek Indonesia yang lebih kuat, memiliki identitas lebih jelas, diferensiasi lebih baik, komunikasi lebih efektif, kepercayaan pasar lebih tinggi, serta kemampuan yang makin baik dalam memenangkan persaingan. Kami berharap ada perubahan nyata pada kekuatan merek, kualitas pengelolaan usaha, dan daya saing produk Indonesia dari program ini,” ujar Handito.

Muhammad Rafa Maulana dan Arma Jasir Fadilah, mahasiswa semester tiga IPB yang memiliki merek LAWUHENAK, hadir dalam peluncuran tersebut. Mereka memproduksi olahan sambal dengan teknik pengawetan makanan menggunakan suhu tinggi dan tekanan khusus (retort). Sebagai mahasiswa yang berbisnis, keduanya ingin penjenamaan dapat mendorong produk mereka ke pasar global.

“Kami butuh bantuan untuk branding agar layak di skala global, mendapat akses pasar yang lebih luas, serta bisa mendapatkan pendampingan untuk melengkapi legalitas ekspor. Sebagai usaha yang baru merintis, kami juga butuh akses pembiayaan untuk bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujar Rafa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *