Tajuk.co, NAGOYA — Kontingen Indonesia telah mengumpulkan lima medali pada ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Perolehan tersebut terdiri dari satu medali perak dan empat medali perunggu.
Asian Games 2026 resmi dibuka melalui upacara pembukaan di Paloma Mizuho Stadium, Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026). Opening ceremony mengusung tema “Harmonic Heart Beat” yang diisi berbagai pertunjukan seni dan penampilan sejumlah pesohor Jepang.
Meski seremoni pembukaan baru digelar pada 19 September, sejumlah pertandingan telah berlangsung lebih dulu. Asian Games Aichi-Nagoya dijadwalkan berlanjut hingga 4 Oktober 2026.
Seraf Naro Buka Perolehan Medali Indonesia
Medali pertama Indonesia datang dari cabang olahraga wushu. Seraf Naro Siregar meraih perunggu pada nomor changquan putra yang berlangsung di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Minggu (20/9).
Seraf mencatatkan nilai 9,720 dan menempati posisi ketiga. Ia hanya terpaut 0,003 poin dari Kuong Chi Hin asal Makau yang meraih emas dengan nilai 9,723.
Sementara itu, medali perak menjadi milik atlet Makau lainnya, Song Chi Kuan, yang juga membukukan nilai 9,720.
Bagi Seraf, hasil tersebut menjadi medali keduanya sepanjang keikutsertaannya di Asian Games. Pada edisi sebelumnya, ia juga meraih perunggu dari nomor daoshu+gunshu.
Teqball Sumbang Perak dan Perunggu
Tambahan medali berikutnya datang dari cabang olahraga teqball yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games pada edisi Aichi-Nagoya.
Atlet putri Indonesia, Sumaya, berhasil merebut medali perak dari nomor tunggal putri. Ia harus mengakui keunggulan atlet Myanmar, Wai Khin Hnin, dalam pertandingan final di Higashi Sports Center, Nagoya, Minggu (20/9).
Sumaya kalah dalam pertandingan tiga set dengan skor 12-10, 8-12, 9-12. Medali tersebut menjadi perak pertama bagi Indonesia di Asian Games 2026.
Selain Sumaya, Yoga Ardika Putra juga menyumbangkan medali untuk Indonesia. Ia meraih perunggu setelah lawannya asal Kuwait, Zaid Eidan, mengundurkan diri pada pertandingan perebutan medali.
Hasil tersebut menjadi catatan tersendiri bagi tim teqball Indonesia karena cabang olahraga tersebut baru menjalani debut di Asian Games.
Soft Tenis Beregu Putra Raih Perunggu
Medali perunggu lainnya diperoleh dari cabang soft tenis nomor beregu putra.
Indonesia terhenti di semifinal setelah kalah 0-2 dari tuan rumah Jepang dalam pertandingan di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Minggu (20/9) pagi.
Pada pertandingan pertama, pasangan Tio Hutauruk/Fernando Sanger menghadapi Takuya Kurosaka/Takafumi Uchimoto. Duet Indonesia kesulitan mengimbangi permainan lawan dan hanya mampu merebut satu gim dari enam gim yang dimainkan.
Indonesia kemudian kembali kehilangan angka pada pertandingan kedua. Bagus Pradewa yang tampil di nomor tunggal menghadapi wakil Jepang, Toshiki Uematsu.
Bagus belum mampu membendung permainan Uematsu sehingga Indonesia kalah 0-2 dan gagal melaju ke final. Kendati demikian, hasil di semifinal memastikan tim Merah Putih memperoleh medali perunggu.
Karate Tambah Medali untuk Indonesia
Perolehan medali Indonesia kembali bertambah melalui karateka Leica Al Humaira Lubis.
Leica mendapatkan perunggu dari nomor kumite putri +68 kilogram setelah mengalahkan karateka Kirgizstan, Begimai Orozalieva, dengan skor 6-1 di Toyohashi Gymnasium, Aichi, Minggu (20/9).
Sebelumnya, Leica gagal mencapai partai final setelah kalah tipis 3-4 dari wakil Thailand, Maneevan Butsuwan, pada babak semifinal.
Ia kemudian bangkit pada pertandingan perebutan tempat ketiga. Kemenangan atas Orozalieva memastikan Leica membawa pulang medali perunggu dalam debutnya di Asian Games.
Indonesia Koleksi Lima Medali
Dengan tambahan medali dari karate, Indonesia kini mengoleksi lima medali di Asian Games 2026.
Rinciannya adalah satu medali perak dan empat medali perunggu. Medali perak sejauh ini dipersembahkan Sumaya dari nomor tunggal putri teqball.
Sementara empat medali perunggu masing-masing diraih Seraf Naro Siregar dari wushu, Yoga Ardika Putra dari teqball, tim soft tenis beregu putra, serta Leica Al Humaira Lubis dari karate.












