Kemendag Dorong Produk UMKM Makassar Go Global

Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Bidang Perdagangan “Makassar Bermutu, Pasar Makin Luas: Dari Lokal untuk Global” yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/102026). Foto: kemedag

Tajuk.co MAKASSAR – Kementerian Perdagangan berkolaborasi dengan Bank Mandiri dan Tokopedia, serta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat mutu produk UMKM dan meningkatkan kesiapan memasuki pasar yang lebih luas. Sebanyak 215 pelaku UMKM mendapat pembekalan standardisasi, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan sebagai bekal memperluas penjualan serta menjajaki peluang ekspor.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Bidang Perdagangan “Makassar Bermutu, Pasar Makin Luas: Dari Lokal untuk Global” yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/102026).

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Moga Simatupang menyampaikan, perluasan pasar harus didukung produk yang bermutu dan memenuhi persyaratan. Untuk mendukung hal tersebut, salah satu yang dilakukan Kementerian Perdagangan dengan menyediakan lamansitu.kemendag.go.id sebagai portal informasi mutu yang memudahkan pelaku usaha mengakses informasi mutu produk dalam negeri serta regulasi teknis dan persyaratan mutu di negara tujuan ekspor.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperluas pemanfaatan LAMANSITU sekaligus membantu UMKM memahami kebutuhan pasar dan mempersiapkan produknya agar semakin kompetitif serta dipercaya konsumen,” urainya.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Suharnah menekankan pentingnya penguatan mutu agar produk unggulan daerah mampu bersaing.

“Mutu bukan hanya hasil akhir, tapi dibangun dalam setiap proses. Standardisasi bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan investasi untuk membangun kepercayaan dan memperluas akses pasar,” ujarnya.

Beragam produk Sulawesi Selatan, mulai dari pangan olahan, kopi dan kakao, rumput laut dan perikanan, hingga fesyen dan kerajinan memiliki kebutuhan mutu yang berbeda. Oleh karena itu, kesiapan memperluas pemasaran perlu diawali dengan pemahaman persyaratan yang relevan bagi masing-masing produk dan pasar sasaran.

Kemedag Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu membekali peserta untuk mengenali standar dan persyaratan mutu di pasar dalam negeri maupun negara tujuan ekspor. Pembekalan ini membantu pelaku usaha menentukan persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum memasarkan produk.

Pada produk pangan, misalnya, materi yang disajikan mencakup keamanan pangan, kesesuaian kemasan, pelabelan, dan informasi nilai gizi. Peserta memperoleh gambaran tentang aspek produk dan informasi yang perlu diperiksa, serta kebutuhan pengujian atau sertifikasi sesuai persyaratan yang relevan. Dengan demikian, perbaikan produk dapat diarahkan pada kebutuhan pasar yang hendak dituju.

Micro Banking Head Bank Mandiri Region X Sulawesi & Maluku, I Dewa Kadek Indrawan menjelaskan pentingnya pengelolaan keuangan dalam mempersiapkan pengembangan usaha.

“Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan terencana, UMKM diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha, mempersiapkan akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan sesuai kebutuhan, serta meningkatkan daya saing untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Pembekalan Bank Mandiri mencakup pencatatan keuangan, pemanfaatan transaksi digital, dan perencanaan modal kerja.

“Melalui Bimtek ini juga dilengkapi edukasi kesiapan berjualan digital dari Tokopedia. Melalui kegiatan ini, Tokopedia menargetkan edukasi bagi pelaku UMKM agar memahami proses kurasi produk, strategi pemasaran melalui lokapasar, serta penanganan konsumen,” kata perwakilan Tokopedia, Surya Sastriando.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya foto dan deskripsi yang sesuai dengan kondisi produk. Informasi bahan, ukuran atau berat perlu disampaikan secara akurat, disertai kesiapan stok dan kemasan yang melindungi produk selama pengiriman. Konsistensi antara informasi di etalase digital dan produk yang diterima menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Sementara itu Perwakilan UPT PLUT KUMKM Sulawesi Selatan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Yusri melengkapi pembekalan dengan materi legalitas usaha.

“Legalitas dan perizinan berusaha merupakan langkah awal yang penting bagi UMKM untuk mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas” jelasnya. Yusri menjelaskan pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pemenuhan perizinan dan persyaratan sesuai kegiatan usaha dan jenis produk. Kesiapan dokumen perlu berjalan bersama mutu dan informasi produk yang benar untuk mendukung kurasi maupun penjajakan kemitraan usaha.

Manfaat bimtek dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM yang menjadi peserta. Mustika Iriana dari UMKM MaingaQ menyampaikan bahwa pembekalan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan standar mutu sebagai salah satu aspek dalam mempersiapkan produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Kami ingin memperluas pemasaran, tetapi juga perlu memastikan produk kami siap. Bimtek ini membantu kami melihat apa yang harus dibenahi, terutama informasi tentang mutu apa yang harus dipenuhi untuk produk khas Makassar,” ujar Mustika.

Dirjen PKTN menyampaikan, melalui kolaborasi ini Kemendag mendorong perluasan pasar yang ditopang pemenuhan persyaratan mutu dan kesiapan usaha.

“Produk Sulawesi Selatan diharapkan makin dipercaya konsumen di dalam negeri serta lebih siap menjajaki pasar global,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *