Pramono Siagakan Ratusan Fasilitas Kesehatan Hadapi Penurunan Kualitas Udara Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Tajuk.co, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan ratusan fasilitas kesehatan di Ibu Kota untuk bersiap menghadapi dampak penurunan kualitas udara yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini dilakukan guna memastikan warga mendapatkan penanganan medis apabila mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara yang memburuk.

Pramono mengungkapkan, kualitas udara Jakarta mengalami penurunan selama dua hingga tiga hari terakhir. Informasi tersebut diperoleh melalui perangkat pemantauan emisi yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurutnya, Jakarta mempunyai ratusan alat pemantau emisi sehingga kondisi udara dapat diketahui melalui data pemantauan daerah, selain informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, dirinya sebenarnya telah berencana menyampaikan informasi mengenai kondisi udara tersebut kepada masyarakat sejak beberapa hari sebelumnya. Namun, ia memilih berhati-hati agar informasi yang disampaikan tidak memicu perdebatan mengenai penyebab memburuknya kualitas udara.

Pramono menegaskan, pemerintah daerah tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu atas kondisi tersebut. Fokus utama saat ini adalah menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Pramono telah meminta jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta, rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada warga.

Kesiapan tersebut terutama ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan maupun keluhan kesehatan lain yang berpotensi berkaitan dengan kondisi udara.

“Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan), terutama rumah sakit, dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri,” kata Pramono.

Ia menambahkan, fasilitas kesehatan diminta memberikan bantuan dan penanganan secara optimal kepada warga yang membutuhkan pelayanan medis.

Secara keseluruhan, terdapat 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu yang telah diinstruksikan untuk bersiaga menghadapi dampak penurunan kualitas udara di Jakarta.

Dengan kesiapan jaringan layanan kesehatan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pertolongan medis apabila kondisi udara berdampak terhadap kesehatan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *