Tajuk.co, WASHINGTON — Rusia dan Ukraina menyepakati penghentian pertempuran sementara yang terbatas di Oleshky, wilayah Kherson, untuk membuka akses bantuan kemanusiaan dan menyiapkan evakuasi warga sipil.
Gedung Putih mengumumkan kesepakatan tersebut pada Jumat (23/10/2026). Menurut keterangan resmi itu, Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump membantu memediasi pembicaraan dengan kedua pihak mengenai pengaturan operasi kemanusiaan.
Oleshky merupakan kota di Ukraina yang berada dalam penguasaan Rusia. Penduduk yang masih bertahan menghadapi keterbatasan makanan, obat-obatan, air bersih, dan layanan dasar akibat perang.
Komisioner Hak Asasi Manusia Ukraina Dmytro Lubinets turut mengonfirmasi kesepakatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa rencana pelaksanaannya mencakup penghentian tembakan, pengiriman bantuan, kemudian kesempatan bagi warga untuk meninggalkan kota.
Menurut rencana yang diumumkan Gedung Putih, tim sipil dari kedua pihak akan mendatangi penduduk untuk menilai kebutuhan mereka. Warga yang ingin dievakuasi akan memperoleh dukungan transportasi menuju tujuan yang dipilih.
Lubinets menyatakan operasi akan dilakukan secara bertahap karena kondisi pelaksanaannya sangat sulit. Pengamanan jalur menjadi bagian penting dari upaya menjangkau warga di wilayah pertempuran.
Keterangan publik masih memuat perbedaan tanggal pelaksanaan. Gedung Putih menyebut 29 Oktober, sedangkan pengumuman militer Ukraina dan Rusia yang diberitakan media menyebut rencana penghentian tembakan mulai 27 Oktober.
Kesepakatan ini berfokus pada operasi kemanusiaan di Oleshky dan belum berlaku pada 24 Oktober. Cakupannya juga belum mencakup penghentian perang Rusia–Ukraina secara menyeluruh.












