Tajuk.co, GAZA – Fenomena menarik terjadi di Jalur Gaza, Palestina, selama perhelatan Piala Dunia 2026. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih berlangsung, banyak warga Gaza justru memberikan dukungan kepada Tim Nasional Spanyol yang akan menghadapi Prancis pada babak semifinal.
Laporan Al Jazeera menyebutkan, dukungan terhadap La Roja mulai terlihat sejak fase grup. Saat Spanyol menghadapi Arab Saudi pada 21 Juni lalu, sorak-sorai warga Gaza terdengar setiap kali tim asuhan Luis de la Fuente mencetak gol.
Di sebuah kafe sederhana di Kota Gaza, puluhan penggemar sepak bola berkumpul menyaksikan pertandingan melalui layar kecil yang dipasang di depan proyektor yang sudah tidak digunakan. Suasana berubah riuh ketika Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun membuka keunggulan Spanyol pada menit ke-10.
Tiga gol tambahan dalam 35 menit berikutnya semakin menyemarakkan kegembiraan para penonton yang memadati kafe tersebut.
Meski Arab Saudi memiliki kedekatan secara budaya dan agama dengan Palestina, banyak warga Gaza tetap memilih mendukung Spanyol. Ternyata, alasan mereka tidak hanya berkaitan dengan kualitas permainan sepak bola.
Dukungan tersebut juga dipengaruhi oleh sikap Pemerintah Spanyol yang dinilai konsisten menyuarakan penghentian perang di Gaza dan mendukung hak-hak rakyat Palestina sejak konflik pecah pada Oktober 2023.
Selain itu, pengakuan resmi Spanyol terhadap Negara Palestina pada 2024 serta berbagai pernyataan yang menyerukan penghentian kekerasan di Gaza turut mendapat perhatian masyarakat Palestina.
Seorang pengacara asal Gaza, Mhammad Attallah, mengaku telah lama mengikuti perkembangan sepak bola Spanyol. Namun, menurutnya, situasi berubah setelah pemerintah Spanyol menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina.
“Kami adalah orang-orang yang mencintai kehidupan dan mencintai sepak bola. Banyak orang di sini telah mengikuti La Liga dan timnas Spanyol selama bertahun-tahun, tetapi sikap Spanyol selama perang membuat orang merasa jauh lebih dekat dengan olahraga ini,” kata Attallah.
Ia menambahkan, masyarakat Gaza menghargai setiap pihak yang menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina.
“Kami merasa bangga dengan semua orang yang berdiri di sisi rakyat Palestina selama masa-masa ini. Itulah mengapa banyak orang di sini mendukung Spanyol, bukan hanya karena sepak bola, tetapi juga karena sikap kemanusiaan ini.”
Attallah pun berharap Tim Matador mampu melangkah lebih jauh di Piala Dunia.
“Kami berharap Spanyol menang, dan kami sangat mendukung mereka,” ujarnya sambil tersenyum.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menjadi simbol kedekatan emosional dan apresiasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dirasakan masyarakat di berbagai belahan dunia.












