Tajuk.co, FLORES — TNI mengerahkan ribuan personel dan puluhan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk membantu penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga hari kesembilan penanganan, Minggu (23/8), sebanyak 8.012 prajurit TNI telah diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak. Mereka bertugas membantu masyarakat sekaligus mendukung berbagai kebutuhan operasi penanggulangan bencana.
Pusat Penerangan TNI menyebut sebanyak 27 alutsista turut dikerahkan untuk menunjang pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut. Armada itu terdiri atas 21 pesawat, lima kapal perang Republik Indonesia (KRI), serta satu Kapal ADRI.
Seluruh armada digunakan untuk mendukung mobilitas personel, mengangkut dan mendistribusikan bantuan, serta memenuhi kebutuhan operasional selama masa tanggap bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur laut dan udara. Pada Minggu, TNI mendistribusikan 159,22 ton bantuan menggunakan KRI melalui jalur laut. Sementara melalui jalur udara, sebanyak 37,399 ton bantuan dikirim menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.
Dengan tambahan distribusi tersebut, total bantuan yang telah disalurkan TNI kepada masyarakat terdampak gempa selama sembilan hari mencapai 803,824 ton.
Dalam proses penanganan di lapangan, TNI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta berbagai instansi terkait. Koordinasi dilakukan untuk memperlancar penanganan bencana dan memastikan bantuan dapat diterima masyarakat terdampak.
Perhatian terhadap penanganan gempa NTT juga dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (23/8) malam. Prabowo memanggil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah pejabat terkait ke kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rapat tersebut membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan serta perkembangan penanggulangan pascagempa di NTT. Tiga kepala staf angkatan TNI turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, penanganan di wilayah terdampak terus dilakukan dengan mengandalkan dukungan personel, armada, dan distribusi bantuan melalui berbagai jalur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.












