Tajuk.co, Washington — Politikus Partai Demokrat yang dikenal vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina, Angie Nixon, meraih kemenangan dalam pemilu pendahuluan atau primary untuk kursi Senat Amerika Serikat dari Florida pada Selasa (18/8).
Nixon berhasil mengalahkan Alex Vindman, kandidat yang memperoleh dukungan dari kelompok arus utama Partai Demokrat. Kemenangan tersebut membuka peluang bagi Nixon untuk maju dalam pemilihan umum Senat AS menghadapi kandidat Partai Republik, Ashley Moody.
Kontestasi tersebut menjadi perhatian karena kursi yang diperebutkan sebelumnya ditempati Marco Rubio. Rubio kemudian meninggalkan kursi Senat setelah dipercaya menduduki posisi Menteri Luar Negeri AS.
Sikap Nixon terhadap isu Palestina telah lama terlihat dari aktivitas politiknya di Florida. Saat konflik Gaza berlangsung, ia menjadi salah satu anggota parlemen negara bagian yang secara terbuka menyoroti penderitaan warga Palestina.
Pada 2023, Nixon mengajukan resolusi di Dewan Perwakilan Florida yang menyerukan penghentian serangan dan gencatan senjata dalam konflik Israel-Hamas. Resolusi tersebut menjadi salah satu dari sedikit usulan di parlemen Florida yang membahas kondisi warga Palestina.
Momen pengajuan resolusi itu berlangsung emosional. Nixon menangis ketika menyampaikan pandangannya mengenai korban sipil di Gaza di hadapan anggota parlemen lainnya.
Dalam pembahasan resolusi, sejumlah anggota parlemen mempertanyakan isi usulan Nixon, termasuk mengenai penyanderaan warga Israel oleh Hamas serta penggunaan istilah wilayah Palestina yang diduduki.
Nixon kemudian mengusulkan perubahan dengan memasukkan seruan pembebasan para sandera. Namun, perubahan tersebut tidak memperoleh persetujuan.
Saat menyampaikan pidato penutup, Nixon kembali menyinggung kekhawatiran mengenai tragedi terhadap masyarakat Yahudi sekaligus membandingkannya dengan situasi yang dialami warga Palestina di Gaza.
Kemenangan dalam primary membuat Nixon kini berada di jalur menuju pemilihan umum Senat AS pada November mendatang. Hasil pemilu tersebut sekaligus menunjukkan bahwa isu Palestina dan Gaza menjadi bagian dari perdebatan politik yang semakin menonjol di Amerika Serikat.










